Kapolres KuburayaPemda-Halsel

Korupsi Dana BOK, Kejari Halsel Tetapkan Kapus Gandasuli Sebagai Tersangka

HALSEL, Pilaraktual.com — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara, Gelar penetapan Tersangka terkait penanganan perkara kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana BOK tahun 2019.

Kegiatan konferens ini dipimpin langsung Kajari Halmahera Selatan Fajar Haryowimbuko, SH, MH didampingi Kasi Intelijen Fardana Kusumah, SH dan Kasi Pidsus Eko Wahyudi, SH. pada Selasa (11/5/2021)

Kepala Kejaksaan Negeri Fajar Haryowimbuko, SH, MH. Mengatakan, Kejari Halmahera Selatan pada tanggal 5 Mei 2021 telah mengeluarkan penetapan tersangka untuk kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana BOK pada Puskesmas Gandasuli tahun anggaran 2019 yang bersumber dari APBN.

Selain itu dia menjelaskan, Penetapan tersangka ini dilakukan setelah melalui proses pemeriksaan yang panjang dan di teliti dan penetapan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap bukti-bukti dan keterangan 23 Orang saksi yang telah diperiksa serta hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP Provinsi Maluku Utara Nomor : LHA-80/PW33/5/2021 tanggal 14 April 2021.

” Dari keterangan beberapa saksi dan hasil perhitungan kerugian negara menyatakan dalam pengelolaan dana BOK pada Puskesmas Gandasuli terdapat kerugian negara sebesar Rp 338.737.214,- (tiga ratus tiga puluh delapan juta tujuh ratus tiga puluh tujuh ribu dua ratus empat belas rupiah),” Jelasnya.

Fajar menyebutkan, Modus korupsi yang dilakukan dengan cara melakukan pemotongan terhadap pencairan Dana BOK sebesar 25% pada Triwulan I dan II serta 30% pada Triwulan III dan IV dari total anggaran Rp 1.048.347.714,- (satu milyar empat puluh delapan juta tiga ratus empat puluh tujuh ribu tujuh ratus empat belas rupiah).

” Perbuatan yang dilakukan tersangka telah melanggar ketentuan pada pasal 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara pasal 3 Ayat (1), Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik di Bidang Kesehatan Pasal 8 Ayat (3) serta UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan diperbaharui oleh Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3,” Ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan menetapkan saudari inisial Y.S. selaku kepala Puskesmas Gandasuli tahun 2019 sekaligus penanggungjawab penggunaan anggaran Dana BOK pada Puskesmas Gandasuli sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara.

” Saat ini yang bersangkutan akan diperiksa sebagai tersangka kemudian perkaranya akan dilanjutkan ke tahap berikutnya. (Tam/Red)

Tinggalkan Balasan