Kejati Didesak Telusuri Permasalahan Proses Tender Proyek di Balai BP2JK Malut

  • Whatsapp

TERNATE, PilarAktual.com  — Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Kajian Jasa Konstruksi (Forkajaksi) Senin (1/2/2021) siang tadi, mendatangai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut.

Mereka Mendesak Kejaksaan Tinggi Maluku Utara membentuk tim agar menelusuri dugaan dan indikasi sejumlah permasalahan di Balai Pelaksanaan Jasa Konstuksi (BP2JK) Maluku Utara.

Bacaan Lainnya

Kordinator Aksi (Korlap) Mursal Hampir dalam orasinya mengatakan, kinerja Balai BP2JK Maluku Utara melalui Kementrian PUPR RI akhir-akhir ini telah sangat buruk.

Hal tersebut terlihat jelas bahwa, adanya tindakan yang dilakukan beberapa oknum pejabat di internal BP2JK Malut tidak profesional dalam menjalankan tugas. Dimana, menyalahai peraturan dan perundang – perundang sebagaimana telah diatur dalam peraturan menteri (PERMEN) PUPR nomor 05 tahun 2019.

“Tugas pokok sebagai lembaga BP2JK yang melaksanakan pengadaan barang/jasa konstruksi mestinya harus independen agar terhindar dari praktik tindak pidana korupsi, kolusi, dan Nepotisme (KKN),” Terik Mursal dalam orasinya didepan kantor Kejaksaan tinggi Maluku Utara.

Mursal juga menyoroti kinerja
Pimpinan balai BP2JK dan pejabat strategis penting beberapa kali telah melakukan proses pelelangan/Tender Proyek Pelayanan pengadaan barang dan jasa konstruksi. Sebab, ada dugaan kuat terjadi praktek-praktek nakal pada saat proses pelelangan.

“Jadi ada dugaan kuat Pimpinan balai BP2JK sengaja memainkan peran untuk memenangkan pihak rekanan/ kontraktor titipan,”Ungkap Mursal.

Mursal juga mendesak kepada kejaksaan Tinggi Maluku Utara agar membentuk tim untuk menelesuri dan menyelidiki lebih jauh atas informasi hukum bahwa ada sejumlah indikasi masalah yang terjadi balai pelaksanaan pemilihan jasa konstruksi (BP2JK) Maluku Utara

Foto istimewa, Kajati Malut Temui Massa Aksi di Halaman Kejati Malut

Menanggapi desakan Forum Kajian Jasa Konstruksi (Forkajaksi), Kapala Kejati Malut Erryl Prima Putra Agoes menyampaikan bahwa akan menundaklajuti tuntutan tersebut.

Kejati juga meminta Forkajaksi memasukan bukti dan membuat laporkan secara resmi segera di telusuri.

“Kami akan menindaklanjuti. percayakan kepada kami untuk bekerja,”Kata Erryl Prima saat temui massa aksi di depan kantor kejati Malut. (tam/red)