Boltim, PilarAktual.com – Akses menuju destinasi wisata Pantai Batu Buaya di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, akhirnya mendapat peningkatan signifikan setelah bertahun-tahun berada dalam kondisi terbatas.
Jalan yang sebelumnya hanya berupa pengerasan berbatu dan kerap licin saat musim hujan, kini telah diaspal, memberikan perubahan nyata bagi mobilitas warga dan wisatawan.
Peningkatan infrastruktur tersebut direalisasikan Pemerintah Kabupaten Boltim melalui pengalokasian anggaran tahun 2025 untuk proyek peningkatan jalan TongkainaāBatu Buaya.
Proyek ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membuka keterisolasian wilayah serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan pertanian secara berkelanjutan.
Pengaspalan jalan dikerjakan oleh CV Pinto Alfa Jaya dengan nilai kontrak sebesar Rp2,7 miliar.
Ruas jalan yang dibangun berada di wilayah perkebunan Tongkaina, Desa Nuangan, yang selama ini dikenal sulit dilalui, khususnya bagi kendaraan roda empat.
Kini, jalur tersebut telah berubah menjadi akses yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Jalan TongkainaāBatu Buaya merupakan satu-satunya akses utama menuju kawasan wisata Batu Buaya di Desa Iyok.
Pantai ini dikenal memiliki daya tarik alam yang khas dan berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan Boltim.
Dengan kondisi jalan yang lebih baik, kunjungan wisatawan diharapkan meningkat seiring terbukanya konektivitas antarwilayah.
Tidak hanya pengaspalan, kontraktor pelaksana juga membangun dua unit plat duiker.
Fasilitas ini berfungsi memperbaiki sistem drainase serta memperkuat struktur badan jalan, sehingga risiko kerusakan akibat aliran air dapat diminimalkan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin umur jalan yang lebih panjang.
Manfaat proyek mulai dirasakan masyarakat sejak awal 2026.
Aktivitas warga menjadi lebih lancar, baik untuk keperluan pertanian maupun mobilitas harian.
Akses ke kawasan wisata juga semakin terbuka, memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pengguna jalan.
Pembangunan infrastruktur ini dipandang tidak semata sebagai proyek fisik, melainkan bagian dari pelayanan publik yang berdampak langsung terhadap perekonomian lokal.
Jalan yang layak diharapkan mampu mendorong distribusi hasil pertanian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor pariwisata.
Salah satu warga Loyow, Abdul Agus, mengapresiasi kebijakan pemerintahan Oskar Manoppo dan Argo V. Sumaiku.
Menurutnya, di tengah kondisi keuangan daerah yang masih dalam tahap efisiensi, realisasi pembangunan jalan menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.
āKita patut mengapresiasi pemerintah saat ini. Harapannya ke depan pengaspalan bisa dilanjutkan secara menyeluruh agar petani semakin terbantu,ā ujarnya.
Adapun proyek peningkatan jalan tersebut mencakup tiga titik pada satu jalur.
Dua titik berada di jalan perkebunan Tongkaina dengan panjang sekitar 465 meter dan 422 meter, sementara satu titik lainnya menuju kawasan wisata Batu Buaya sepanjang kurang lebih 770 meter. (*)
















