Bolaang Mongondow Raya

Irigasi BLB 5 di Bongkudai Disorot, Konsultan Bantah Tak Sesuai Gambar Pekerjaan

270
×

Irigasi BLB 5 di Bongkudai Disorot, Konsultan Bantah Tak Sesuai Gambar Pekerjaan

Sebarkan artikel ini
Pilaraktual.com – Konsultan Teknis Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Manado, Jimmi dan Joshua, memberikan klarifikasi terkait temuan Pemerintah Desa Bongkudai pada pekerjaan pembangunan irigasi BLB 5 di Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Senin (12/01/2026).

Dalam klarifikasinya, kedua konsultan membantah dugaan bahwa pekerjaan pembangunan irigasi tersebut tidak sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis. Mereka menegaskan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai perencanaan.

“Pekerjaan sudah sesuai. Kami sudah mengecek bersama pengawas Balai sebelumnya. Ini juga ada bukti foto bahwa pekerjaan tersebut memiliki galian untuk pasangan irigasi,” ujar Joshua, Konsultan Teknis BWS Sulawesi I Manado.

Joshua menjelaskan, kekeliruan persepsi di lapangan muncul saat dilakukan klarifikasi lanjutan. Menurutnya, ketika pihak konsultan turun langsung melakukan pengecekan, ditemukan adanya pondasi lama yang sudah tertanam di lokasi pekerjaan.

“Saat dilakukan penggalian, ternyata sudah ada pondasi lama. Hal itu tidak disampaikan sebelumnya kepada kami. Selain itu, di sisi kiri dan kanan terdapat tanah milik warga yang sudah ditanami, sehingga pekerja ragu melakukan penggalian karena belum mendapat izin dari pemilik lahan,” jelas Joshua.

Ia menambahkan, pihak konsultan kemudian berinisiatif menemui pemerintah desa untuk mencari solusi agar pekerjaan dapat tetap berjalan tanpa menimbulkan konflik dengan warga.

“Kami datang bertemu Kepala Desa untuk mencari solusi bersama. Jika memang pasangan irigasi harus dibongkar karena berdiri di atas pondasi awal, maka akan dibongkar. Kami juga meminta izin kepada pemerintah desa untuk bersama-sama meminta persetujuan pemilik lahan agar dapat diberikan ruang sekitar 30 sentimeter untuk pemindahan pasangan irigasi,” terangnya.

Sementara itu, Jimmi, Konsultan Teknis BWS Sulawesi I Manado, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Bongkudai atas pendampingan yang dilakukan selama proses pekerjaan berlangsung. Ia juga mengakui adanya kekeliruan yang terjadi pada pengawas sebelumnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Bongkudai karena sudah bersama-sama mendampingi pekerjaan ketika ditemukan kesalahan di lapangan,” singkat Jimmi.

Namun demikian, pernyataan konsultan tersebut berbeda dengan temuan Pemerintah Desa Bongkudai saat melakukan peninjauan langsung di lokasi pekerjaan. Pemerintah desa menyebutkan adanya bagian pekerjaan yang awalnya tidak dilakukan penggalian sebagaimana mestinya.

Aparat Desa Bongkudai, Sil, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat menegur para pekerja yang hendak memasang batu irigasi tanpa terlebih dahulu melakukan penggalian.

“Kami temukan pekerjaan tidak digali, batu hanya disusun di atas tanah. Setelah kami tegur dan minta digali, para pekerja langsung melakukan penggalian. Ini menjadi bukti bahwa sebelumnya pekerjaan tidak sesuai,” ujar Sil.

Meski demikian, Sil mengaku bersyukur karena adanya proyek pembangunan yang masuk ke desanya. Namun ia menegaskan, pemerintah desa berharap seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan gambar perencanaan, bukan sekadar mengejar penyelesaian.

“Kami mendukung pembangunan, tapi kami ingin pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi, bukan asal jadi,” pungkasnya.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow