Amurang, PilarAktual.com – Menjelang perayaan Idul Fitri 2025, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar 54 Amurang dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada Jumat (14/3/2025).
Sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok penting (Bapokting) serta stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Minsel.
Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH, didampingi Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, SIP, memimpin langsung kegiatan ini.
Turut hadir Kapolres Minsel AKBP David Candra Babega, SIK, MH; Dandim 1302 Minahasa yang diwakili Pabung Mayor Inf. Rekom Mulyadi; Kajari Minsel La Ode Muhammad Nusrim, SH, MH; serta perwakilan Pengadilan Negeri Amurang dan sejumlah kepala SKPD Pemkab Minsel.
Sidak dimulai dengan pengecekan di Pos Pemantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), yang bertugas mengawasi pergerakan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar.
Setelah itu, rombongan Forkopimda turun langsung ke Pasar 54 Amurang dan sejumlah pertokoan untuk memastikan bahwa harga kebutuhan pokok tetap stabil serta stok mencukupi bagi masyarakat.
Dalam kunjungannya, Forkopimda menemukan bahwa stok bahan pokok masih dalam kondisi aman, dengan harga relatif stabil.
Namun, mereka tetap mengingatkan kepada pedagang agar tidak melakukan praktik penimbunan atau menaikkan harga secara tidak wajar.
Selain pasar, Forkopimda juga melakukan inspeksi ke SPBU Amurang untuk mengecek stok serta kualitas BBM.
Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa distribusi BBM tetap lancar dan tidak ada indikasi kelangkaan yang dapat memicu kepanikan di masyarakat menjelang hari raya.
Kapolres Minsel AKBP David Candra Babega menegaskan bahwa sidak ini bertujuan untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali dan tidak ada spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa harga bahan pokok tetap stabil dan stok BBM mencukupi. Sejauh ini, hasil pemantauan menunjukkan kondisi aman dan terkendali,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Pemerintah daerah juga mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga etika bisnis dan tidak melakukan penimbunan barang.
“Kami mengingatkan para pelaku usaha agar tidak memainkan harga atau menyimpan stok secara berlebihan, karena hal itu bisa berdampak buruk pada stabilitas ekonomi lokal,” tambahnya.
Selain soal harga dan stok, Forkopimda juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Idul Fitri.
Kapolres Minsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga semangat toleransi dan persaudaraan.
“Kami mengajak semua pihak untuk berperan dalam menjaga suasana aman dan kondusif. Jangan sampai ada praktik-praktik yang dapat mengganggu stabilitas, baik di pasar maupun di lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Dengan hasil sidak yang menunjukkan kondisi pasar dan BBM relatif stabil, Forkopimda Minsel optimistis bahwa masyarakat dapat menjalani persiapan Idul Fitri dengan lebih tenang.
Pemerintah daerah pun berjanji akan terus melakukan pengawasan hingga hari raya tiba demi memastikan kelancaran distribusi bahan pokok dan BBM di wilayah tersebut.
















