Dugaan Mantan Puskesmas Kayoa Gelapkan Dana BPJS, Covid 19 dan Vaksinasi, Misna Sidika Itu Tidak Benar

  • Whatsapp

LABUHA, PilarAktual.com Terkait dengan pemberitaan sebelumnya atas penggelapkan dana JKN/BPJS, Covid 19 dan vaksinasi, di tahun 2021 yang diduga mantan kepala puskesmas Misna Sidika, kini dapat ditanggapi.

Menurutnya, tudingan yang disampaikan sala satu Staf Puskesmas kecamatan kayoa kabupaten Halmahera Selatan itu semuanya tidak benar, karena anggaran vaksinasi itu, dari Dinas langsung yang berikan kepada Saudara M Guntur Abubakar.

Bacaan Lainnya

kemudian untuk anggran covid 19, saya sebagai kepala PKM menilai kinerja dari staf saya. dan semuanya sudah jelas dan tidak ada masalah.

Kalupun memang ada masalah kenapa dari bulan Mei kemarin tidak di komplen nanti ada kapus baru yang menjabat, baru satu-satu mulai komplen,” Kata Misna Sidika kepada media ini, Jumat (30/7/2021).

Dirinya juga menyampaikan, Dana BPJS di bulan April ada di tangan bendahara, namun itu diambil oleh kapus baru sebesar 18 juta 100 ribu dan dana JKN atau BPJS itu kapusĀ  baru tidak membagikan di staf.

“Adapun rincian pengeluaran dana dari Januari, febuari dan Maret semuanya ada di tangan bendahara BOK” Ujarnya.

Selain itu, Misna menuturkan, untuk dana JKN dari bulan Januari, febuari, Maret dan April, benar bendahara sudah mencairkan, tapi suda jelas saya sebagai kepala PKM (mantan)suda sampikan di staf,bahwa anggran 2021 blm ada pencairan sama Skali sehingga dana BPJS PKM di pakai untuk kebutahan PKM.

“Bukan untuk di bayar hutang, kalu bayar hutang menunggu dana BOK triwulan 1 cair baru di tutupi, karena itu semua memang keadaan tidak ada dana sama Skali,” Tuturnya.

Ditanya, dengan alasan apa ibu kapus mengambil dana BOK, Sebab saat ini ibu tidak lagi menjabat sebagai kapus. Namun mantan Kapus Itu mengatakan, memang yang berhak mencairkan itu kapus baru karena dia suda meggantikan spesimen, tapi dalam hal pertanggung jawaban laporan BOK dari bulan Januari sampai di bulan mei itu tanggungjawab saya.

“Karena kapus baru itu menjabat di tanggal 07 Juni dan dana yang di cairkan oleh kapus adalah dana BOK triwulan 1. untuk hal tehnis dari Januari sampe mei kapus baru tidak tau,” katanya.

Meski bagitu, Lanjut Misna, Kalaupun kapus baru menganggap saya tidak ada hak, nanti kita lihat pada laporan LPJ triwulan 2 khusus di bulan April dan mei. Kemudian apakah dia sebagai kapus baru bisa menandatangani laporan BOK atau tidak.

“Saya mau lihat dan saya juga tidak mau menandatangani LPJ bulan April dan Mei, karena saya tidak mau kalu ada kesalahan dan di audit dan tidak mau bertanggung jawab, karena saya tidak ada hak penuh,” Tandas dia sembari menyebutkan, saya mengambil karena saya merasa bertanggungjawab atas amanah yang di berikan kepada saya sampai batas bulan Mei 2021. (Red)