Profil

Carolina Uway, Seabad Menjalani Hidup dengan Iman dan Kesederhanaan

507
×

Carolina Uway, Seabad Menjalani Hidup dengan Iman dan Kesederhanaan

Sebarkan artikel ini
Carolina Uway, Seabad Menjalani Hidup dengan Iman dan Kesederhanaan

Wajah Carolina Uway tampak dipenuhi senyum ketika satu per satu anak, cucu, cicit, hingga keluarga besarnya datang memberikan pelukan dan ucapan selamat.

Minggu, 12 Juli 2026, menjadi hari yang tidak hanya menandai bertambahnya usia, tetapi juga menjadi saksi perjalanan hidup seorang perempuan yang telah melewati satu abad kehidupan.

Di lingkungan keluarga, perempuan kelahiran 12 Juli 1926 itu lebih akrab dipanggil Usi.

Sapaan sederhana tersebut kini telah dikenal oleh empat generasi keluarganya.

Bagi anak-anak, cucu, hingga cicit, Usi bukan sekadar seorang ibu atau nenek, melainkan sosok yang menjadi tempat belajar tentang kasih, keteguhan, dan kesabaran.

Perayaan ulang tahun ke-100 Carolina Uway diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Sentrum Dame Tosuraya, Pdt. Jus Julius Talumantak, M.Th..

Dalam suasana penuh kekhidmatan, keluarga bersama jemaat mengucapkan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan hidup perempuan yang telah melewati berbagai zaman tersebut.

Baca Juga :  Kapolres Mitra Keluarkan Imbauan Keamanan Menjelang Pengucapan Syukur

Usai ibadah, halaman rumah keluarga Rambi-Uway berubah menjadi ruang penuh kehangatan.

Tawa, doa, dan cerita mengalir di antara anggota keluarga yang berkumpul dari berbagai tempat demi merayakan hari istimewa itu.

Bagi keluarga, usia 100 tahun bukan hanya tentang panjangnya umur, melainkan tentang begitu banyak kisah yang telah ditorehkan Carolina Uway sepanjang hidupnya.

Anak kedelapan Carolina Uway mengisahkan, sang ibu merupakan perempuan tangguh yang membesarkan sembilan anak, terdiri dari dua putra dan tujuh putri.

Perjalanan itu tentu tidak selalu mudah.

Berbagai tantangan hidup pernah dihadapi, namun semuanya dijalani dengan kesabaran, kerja keras, dan keyakinan kepada Tuhan.

“Usi berjuang membesarkan anak-anaknya melewati berbagai tantangan hidup,” tuturnya.

Dalam kesehariannya, Carolina Uway dikenal sebagai pribadi yang sederhana.

Ia tidak pernah memiliki tuntutan berlebihan terhadap kehidupan.

Prinsip yang selalu dipegangnya adalah menyerahkan setiap persoalan kepada Tuhan dan menjalani hidup dengan penuh rasa syukur.

Baca Juga :  Inovasi BARATA Antar Minahasa Tenggara Raih Prestasi Tingkat Provinsi, Permudah Bayi Baru Lahir Miliki Akta Kelahiran

Nilai-nilai itulah yang diwariskan kepada anak-anaknya hingga kini.

Kesederhanaan juga tampak dari pola hidup yang dijalaninya.

Carolina Uway tidak memiliki pantangan makanan tertentu. Menurut keluarganya, ia percaya bahwa semua makanan baik selama dikonsumsi secara bijaksana dan tidak berlebihan.

Jika sesekali menginginkan makanan tertentu, anak-anaknya selalu berusaha memenuhi keinginannya. Namun, ia dikenal mampu mengendalikan diri.

Hingga kini, di usia genap satu abad, Carolina Uway masih menikmati buah-buahan sebagai bagian dari menu hariannya.

Kebiasaan hidup sederhana, kemampuan menjaga pola makan, serta pikiran yang tenang diyakini menjadi salah satu rahasia kesehatannya.

Kini, Carolina Uway menikmati masa tuanya dikelilingi keluarga besar. Ia telah memiliki 14 cucu, 18 buyut, dan tiga canggah (generasi kelima) yang menjadi kebahagiaan tersendiri dalam hidupnya.

Bagi keluarga, melihat Usi masih dapat tersenyum, berbincang, dan berkumpul bersama menjadi anugerah yang tak ternilai.

Baca Juga :  Kapolres Mitra Apresiasi Masyarakat, Pengucapan Syukur Berlangsung Aman dan Kondusif

Perayaan ulang tahun ke-100 itu pun bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mengenang perjalanan hidup seorang ibu yang telah menjadi fondasi bagi keluarganya.

Di penghujung acara, keluarga Rambi-Uway menyampaikan rasa terima kasih kepada Badan Pekerja Majelis Jemaat dan Pelayan Khusus GMIM Sentrum Dame Tosuraya serta seluruh tamu undangan yang telah hadir dan turut mendoakan Carolina Uway.

Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, kisah Carolina Uway mengingatkan bahwa warisan paling berharga bukanlah harta benda, melainkan keteladanan, kasih sayang, iman, dan pengabdian kepada keluarga.

Tepat di usia 100 tahun, ia membuktikan bahwa kehidupan yang dijalani dengan kesederhanaan dan rasa syukur mampu meninggalkan jejak yang akan dikenang lintas generasi.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow