Boltim, PilarAktual.com – Asap duka yang pernah menyelimuti Desa Buyandi, Kecamatan Modayag, kini mulai berganti dengan harapan baru.
Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Oskar Manoppo turun langsung ke lokasi, meletakkan batu pertama pembangunan rumah bagi warga korban kebakaran, Minggu (2/11/2025), .
Di tengah teriknya matahari dan sorak bahagia warga, Oskar Manoppo mengenakan helm proyek, mengambil sekop, dan menabur semen pertama.
Bukan sekadar seremoni, tapi simbol kehadiran nyata pemerintah di saat rakyatnya berduka.
“Kami tidak ingin hanya datang melihat. Pemerintah harus hadir membawa solusi. Rumah ini bukan sekadar bangunan, tapi tanda bahwa masyarakat tidak sendiri,” ujar Oskar dengan nada tegas namun hangat.
Musibah kebakaran beberapa waktu lalu memang meninggalkan luka mendalam bagi warga Buyandi. Puluhan jiwa kehilangan tempat tinggal, kenangan, dan rasa aman.

Namun, kehadiran Bupati bersama jajaran Pemkab Boltim hari itu menjadi titik balik dari duka menjadi semangat baru.
Pemerintah Kabupaten Boltim berkomitmen untuk membangun kembali rumah-rumah warga yang hangus terbakar.
Program ini bukan hanya bentuk bantuan darurat, melainkan bagian dari langkah nyata untuk memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.
“Kami ingin membuktikan bahwa kepedulian bukan cuma kata-kata. Ini bukti kerja nyata pemerintah untuk rakyat,” tambah Oskar.
Warga pun menyambut penuh haru. Di antara kerumunan, seorang ibu paruh baya menitikkan air mata bahagia.
“Kami tidak menyangka Bupati mau turun langsung ke sini. Rasanya seperti punya keluarga besar yang peduli,” katanya sambil menggenggam tangan tetangganya.
Sorak tepuk tangan pun pecah ketika batu pertama diletakkan.
Anak-anak kecil yang beberapa waktu lalu kehilangan rumah kini berlarian di sekitar lokasi pembangunan menandakan secercah harapan baru di tengah reruntuhan masa lalu.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Pemkab Boltim di bawah kepemimpinan Oskar Manoppo tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur besar, tapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Pembangunan rumah tersebut diharapkan rampung dalam waktu dekat agar para korban bisa segera menempati hunian baru yang lebih layak dan aman.
Pemerintah juga memastikan akan terus memantau proses pembangunan hingga selesai.
“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang dibiarkan berjuang sendirian,” tutup Oskar.
Langkah ini bukan hanya soal membangun rumah, tapi membangun kembali harapan.
Di Buyandi, semangat gotong royong tumbuh kembali bahwa dari puing-puing kebakaran, lahir kisah baru tentang kepedulian, kebersamaan, dan kekuatan untuk bangkit.
















