BoltimPemerintahanPeristiwa

Bupati Oskar Manoppo Tegaskan Perang Lawan Korupsi dan Benturan Kepentingan

186
×

Bupati Oskar Manoppo Tegaskan Perang Lawan Korupsi dan Benturan Kepentingan

Sebarkan artikel ini

Boltim, PilarAktual.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Hal ini ditegaskan lewat sosialisasi anti korupsi dan pencegahan benturan kepentingan yang melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Boltim.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Argo V. Sumaiku, Sekretaris Daerah M. Iksan Pangalima, para asisten, kepala OPD, serta seluruh ASN.

Dalam arahannya, Bupati Boltim Oskar Manoppo mengingatkan bahwa integritas adalah harga diri seorang ASN.

“Korupsi, sekecil apa pun bentuknya, dapat merusak sistem, mengikis kepercayaan publik, dan mencoreng nama baik pemerintah,” ujar Oskar dengan tegas.

Ia menjelaskan, korupsi bukan hanya dalam skala besar.

Baca Juga :  Bupati Batu Bara Dorong Ketahanan Pangan, Panen Raya Lumbung Pangan Baznas jadi Bukti Sinergi Pemerintah dan Petani

Suap, gratifikasi, pungutan liar, hingga penyalahgunaan wewenang juga termasuk dalam kategori perbuatan melawan hukum yang dilarang undang-undang. Selain berdampak hukum, korupsi juga menghancurkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

“Kalau kepercayaan publik hilang, pemerintah akan kesulitan menjalankan amanah rakyat,” katanya.

Selain korupsi, Oskar juga memberi perhatian khusus pada bahaya benturan kepentingan.

Praktik seperti memberikan proyek kepada keluarga, menerima hadiah dari pihak tertentu, atau mengambil keputusan karena pengaruh pribadi dianggap bisa merusak objektivitas dan integritas ASN.

“Sekilas terlihat kecil, tapi efeknya bisa sangat merusak. Publik akan kehilangan kepercayaan, dan ASN tidak lagi dianggap sebagai teladan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh ASN berkomitmen pada empat prinsip utama:

  1. Menolak dan melaporkan setiap bentuk gratifikasi atau hadiah.

  2. Menghindari pengaruh pribadi dalam pengambilan keputusan.

  3. Menandatangani dan mematuhi pakta integritas.

  4. Selalu berpegang pada aturan serta kode etik ASN.

Bupati menegaskan, kejujuran merupakan warisan terbaik yang bisa ditinggalkan seorang ASN.

Setiap kebijakan harus bersih dari intervensi pribadi demi menjaga kepercayaan publik.

“Tidak ada toleransi terhadap korupsi maupun benturan kepentingan. ASN Boltim harus jadi contoh nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Boltim kembali menegaskan visinya untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih, kuat, dan dipercaya rakyat. Sebab, tanpa integritas, pembangunan daerah tidak akan pernah berkelanjutan.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow