BoltimPemerintahanPendidikanPeristiwa

Bupati Oskar Manoppo Dukung Pendidikan Antikorupsi, Sekolah Diminta Jadi Benteng Kejujuran

402
×

Bupati Oskar Manoppo Dukung Pendidikan Antikorupsi, Sekolah Diminta Jadi Benteng Kejujuran

Sebarkan artikel ini
bupati-oskar-manoppo-dukung-pendidikan-antikorupsi

Boltim, PilarAktual.comBupati Oskar Manoppo mengikuti peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar (BPBA) Pendidikan Antikorupsi secara daring melalui aplikasi Zoom, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang kerja bupati itu menjadi bagian dari agenda strategis nasional dalam memperkuat pendidikan karakter dan budaya integritas sejak usia dini.

Peluncuran BPBA Pendidikan Antikorupsi dipusatkan di Kantor Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan melibatkan kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kemendagri.

Sejumlah pejabat nasional hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Ketua KPK Setyo Budiyanto.

Di ruang kerjanya, Oskar Manoppo tampak didampingi Sekretaris Daerah M. Iksan Pangalima, jajaran pimpinan perangkat daerah, Ketua BPS, serta unsur TNI dan Polri. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan budaya antikorupsi di daerah.

Baca Juga :  Bupati Oskar Manoppo Lepas Kontingen Pramuka Boltim Menuju Jambore Nasional XII 2026

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang jujur dan berintegritas.

Menurut dia, sekolah harus menjadi ruang tumbuhnya budaya bersih yang diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Kejujuran tidak boleh hanya menjadi slogan. Sekolah harus mampu menghadirkan budaya integritas sebagai bagian dari peradaban,” ujar Abdul Mu’ti.

Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menilai pendidikan antikorupsi merupakan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar nilai-nilai integritas dapat diterapkan secara konsisten sejak dini.

Menurut Setyo, penguatan karakter antikorupsi bukan sekadar tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi membutuhkan dukungan aktif pemerintah daerah, tenaga pendidik, hingga lingkungan keluarga.

Baca Juga :  Perangkat Desa Bentenan Indah Resmi Dikukuhkan, Hukum Tua Tekankan Integritas dan Pelayanan

Usai mengikuti peluncuran tersebut, Bupati Oskar Manoppo menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten terhadap implementasi bahan ajar antikorupsi di wilayahnya.

Ia menyebut program tersebut sebagai langkah konkret untuk memutus mata rantai perilaku koruptif di masa mendatang.

“Pemerintah daerah menyambut baik peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi ini. Kami siap menindaklanjuti dengan regulasi turunan agar implementasinya berjalan efektif di sekolah-sekolah,” kata Oskar.

Program BPBA Pendidikan Antikorupsi sendiri dirancang untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK. Metode pembelajarannya tidak dijadikan mata pelajaran khusus, melainkan disisipkan ke dalam berbagai mata pelajaran yang sudah ada melalui pendekatan insersi dan penguatan hidden curriculum.

Baca Juga :  Bupati Batu Bara Dorong Lahirnya Generasi Dai dan Daiyah Berkarakter serta Berakhlak

Panduan tersebut juga menjadi referensi praktis bagi ribuan pendidik di lebih dari 11.000 satuan pendidikan di Indonesia dalam membangun budaya good governance dan menjauhkan generasi muda dari praktik korupsi.

Peluncuran BPBA Pendidikan Antikorupsi menjadi bagian dari transformasi pendidikan nasional sekaligus langkah strategis dalam mewujudkan generasi berintegritas menuju visi Indonesia Emas 2045.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow