Boltim, PilarAktual.com – Suasana penuh sukacita mewarnai Desa Dodap, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), saat perayaan Pengucapan Syukur berlangsung meriah.
Masyarakat tumpah ruah, menyambut momen kebersamaan yang menjadi bagian dari tradisi tahunan warga.
Hadir langsung dalam acara ini, Bupati Boltim, Oskar Manoppo bersama istri tercinta, Ny. Rosita Manoppo-Pobela yang juga menjabat Ketua TP-PKK Boltim.
Mereka tidak datang sendiri. Wakil Bupati Boltim, Argo V. Sumaiku, turut hadir bersama sang istri, Ny. Lucia K. Sumaiku-Mokoginta yang menjabat sebagai Sekretaris PKK Boltim.
Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat.
Warga terlihat begitu antusias menyambut, bahkan tak sedikit yang berebut menyapa langsung.
Namun, yang membuat suasana makin hangat adalah sikap sederhana Bupati Oskar dan istrinya yang benar-benar melebur dengan warga.
Mereka tidak hanya hadir sebagai tamu kehormatan, melainkan juga ikut merasakan atmosfer kekeluargaan di setiap rumah.
Dari satu rumah ke rumah lainnya, Bupati dan istri menyempatkan diri mencicipi hidangan khas yang disuguhkan, sekaligus berbincang santai dengan tuan rumah.
Kehangatan itu meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Dodap.
Tak berhenti di situ, Bupati Oskar bersama rombongan juga berkunjung ke kediaman Wakil Ketua DPRD Boltim, Kevin Sumendap.
Mereka disambut bersama sang istri, Angel Wenas, yang diketahui merupakan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
Momen tersebut seolah menjadi bukti nyata bagaimana harmonisasi terjalin antara eksekutif dan legislatif, dengan masyarakat sebagai bagian penting di dalamnya.
Pengucapan Syukur sendiri dikenal sebagai tradisi masyarakat Sulawesi Utara, termasuk di Boltim.
Lebih dari sekadar perayaan, tradisi ini menjadi simbol syukur atas berkat dan hasil panen yang diperoleh.
Di Dodap, nuansa kebersamaan terasa kental. Warga bahu-membahu mempersiapkan hidangan, menyambut tamu, hingga berbagi cerita penuh keakraban.
Menurut Bupati Oskar Manoppo, kehadirannya bersama jajaran pemerintah bukan hanya untuk menghadiri acara, tetapi juga untuk ikut merasakan kebersamaan dengan warga.
Ia menegaskan bahwa tradisi ini harus terus dijaga, karena di balik perayaan, ada nilai persaudaraan dan kebersamaan yang tidak ternilai.
“Pengucapan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu bersyukur atas berkat Tuhan, sekaligus mempererat persaudaraan antara pemerintah, masyarakat, dan semua pihak,” ungkapnya.
Tradisi yang terus dilestarikan ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri di Boltim.
Selain memperkuat identitas budaya, Pengucapan Syukur juga meneguhkan semangat pembangunan daerah.
Dari Dodap, gema #BoltimBangkit kembali terdengar, membawa harapan untuk masa depan yang lebih sejahtera, harmonis, dan penuh kebersamaan.
Dengan meriahnya perayaan tahun ini, masyarakat Dodap dan sekitarnya seolah menegaskan bahwa syukur bukan sekadar ucapan, melainkan sikap hidup yang diwujudkan lewat kebersamaan.
















