Boltim, PilarAktual.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keamanan.
Terbukti, pada Selasa (27/5/2025), Bupati Oskar Manoppo, S.E., M.M secara resmi melepas 25 peserta pelatihan satuan pengamanan (satpam) yang digelar di Ruang Rapat Bupati.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Argo V. Sumaiku, yang menitikberatkan pada penguatan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing secara profesional, khususnya di sektor sekuriti.
Didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Harris P. Sumanta, S.T., M.T., Bupati Oskar Manoppo menyampaikan harapannya agar peserta yang mengikuti pelatihan ini mampu menyerap ilmu dengan baik dan menjadi bagian dari solusi ketenagakerjaan di daerah.
“Sekuriti yang lulus ini, kalau bagus, kita terbuka untuk memberikan ruang. Sertifikat dan sertifikasi menjadi dasar untuk bekerja di dinas maupun proyek mana pun,” ujar Oskar Manoppo dalam sambutannya.
Para peserta diberangkatkan pada siang hari di tanggal yang sama menuju lokasi pelatihan di Wisma Lorenza, Jalan Sea, Pineleng, Kabupaten Minahasa.
Pelatihan akan berlangsung selama tujuh hari, mulai 28 Mei hingga 3 Juni 2025, dengan penyelenggara pihak ketiga, yakni PT. Putra Kawanua Perkasa, yang telah berpengalaman di bidang pelatihan sekuriti profesional.
Program ini tidak hanya memberi kesempatan bagi warga Bolaang Mongondow Timur untuk mendapatkan pelatihan resmi dan bersertifikat, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas di sektor pengamanan.
Pemerintah daerah berharap dengan pelatihan ini, lulusan yang dihasilkan akan siap pakai dan mampu menunjukkan profesionalisme di lapangan.
Bupati Oskar Manoppo juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM di bidang sekuriti merupakan langkah strategis dalam mendorong daya saing daerah.
Ia berharap pelatihan ini menjadi tonggak awal munculnya tenaga sekuriti lokal yang andal dan bersertifikat.
“Keamanan bukan hanya soal keberanian, tapi juga keterampilan dan legalitas. Itulah yang ingin kita dorong melalui program ini,” tandasnya.
Dengan pelatihan yang bersifat intensif dan terstruktur, para peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh tahapan pembelajaran dengan baik, termasuk pelatihan fisik, kedisiplinan, serta pengetahuan dasar-dasar pengamanan sesuai standar nasional.
















