Boltim, PilarAktual.com – Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus menguatkan posisinya sebagai salah satu wilayah strategis dalam peta pengembangan energi bersih nasional.
Komitmen ini kembali ditegaskan oleh Bupati Boltim, Oskar Manoppo, saat menghadiri kegiatan penyaluran program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk di Kecamatan Mooat, Kamis (23/4/2026).
Kehadiran pemerintah daerah bersama pihak perusahaan dalam agenda tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan energi panas bumi di Boltim bukan sekadar proyek industri, melainkan bagian dari langkah besar menuju masa depan energi berkelanjutan.
Turut mendampingi dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Argo V. Sumaiku bersama jajaran perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Oskar menekankan bahwa eksplorasi panas bumi di wilayah Mooat memiliki nilai strategis yang jauh melampaui aspek ekonomi semata.
Ia menyebut, proyek ini selaras dengan agenda global dalam mendorong transisi energi dari sumber fosil menuju energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
“Boltim tidak hanya menjadi lokasi aktivitas, tetapi ikut berperan dalam masa depan energi nasional. Ini adalah langkah konkret menghadirkan energi bersih tanpa merusak lingkungan,” ujar Oskar.
Menurutnya, pengembangan panas bumi juga menjadi bagian dari visi pembangunan daerah yang berorientasi jangka panjang, yakni menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Di sisi lain, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat melalui berbagai program CSR.
Dalam kegiatan tersebut, perusahaan menyalurkan bantuan berupa beasiswa bagi pelajar berprestasi serta layanan kesehatan gratis yang difokuskan bagi warga lanjut usia.
Bupati menilai, program tersebut bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga investasi penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada infrastruktur dan industri, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan kapasitas masyarakat.
“Kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha harus saling menguatkan. Kita sedang membangun fondasi jangka panjang. Lingkungan terjaga, SDM meningkat, maka kesejahteraan masyarakat akan ikut tumbuh,” katanya.
Selain aspek sosial, perhatian juga diarahkan pada dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
Oskar Manoppo berharap perusahaan dapat membuka ruang lebih luas bagi tenaga kerja lokal dalam setiap tahapan proyek, mulai dari eksplorasi hingga operasional.
Langkah ini dinilai penting untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat di sekitar wilayah proyek.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat, efek berganda dari proyek energi ini diharapkan dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pihak, termasuk perwakilan manajemen PGE seperti Jayanti Anggraini dan Tondo Wicaksono, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda setempat.
Dengan sinergi yang terus dibangun antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat, Boltim kini berada di jalur yang semakin jelas menuju kawasan pengembangan energi bersih yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga keberlanjutan dan kesejahteraan.
















