Boltim, PilarAktual.com – Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Argo Vinsensius Sumaiku, melakukan koordinasi langsung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Jumat (2/5/2025), menyusul bencana banjir bandang yang melanda sejumlah desa di wilayahnya.
Kedatangan Argo disambut oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulut, Willy S. Montol, S.Sos, dalam sebuah pertemuan strategis yang berlangsung di Kantor BPBD Sulut.
Dalam pertemuan tersebut, Argo menyerahkan laporan resmi mengenai dampak bencana yang terjadi di Boltim sejak malam Kamis (1/5/2025).
“Desa-desa yang terdampak banjir bandang meliputi Desa Togid dan Tombolikat Selatan di Kecamatan Tutuyan. Selain itu, Desa Kotabunan, Bukaka, Buyat Satu, Buyat Dua, dan Buyat Barat di Kecamatan Kotabunan juga mengalami banjir hebat. Sementara di Kecamatan Motongkad, banjir melanda Desa Kokapoi dan Molobog Timur,” ungkap Argo saat menyampaikan laporan.
Banjir bandang ini menimbulkan kerusakan pada rumah warga, lahan pertanian, serta mengganggu akses transportasi antar desa. Melihat kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten Boltim berharap adanya dukungan cepat dari pemerintah provinsi.
“Kami memohon dukungan logistik dan fasilitasi bantuan tanggap darurat, demi meringankan beban warga yang saat ini terdampak langsung bencana,” ujar Argo.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulut, Willy Montol, menyatakan bahwa pemerintah provinsi siap menyalurkan bantuan.
Namun, seluruh prosedur administratif harus dipenuhi sesuai aturan.
“Pemkab Boltim perlu melengkapi dokumen seperti SK Tanggap Darurat, SKPDB (Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana), dan permohonan resmi Dana Siap Pakai (DSP). Proses ini harus didampingi oleh Pusdalops Pusat agar validasi berjalan sesuai prosedur nasional,” kata Willy.
Menjawab hal tersebut, Wakil Bupati Argo mengonfirmasi bahwa sebagian besar persyaratan telah disiapkan.
“Rapat koordinasi lintas sektor sudah digelar dan SK Tanggap Darurat telah diterbitkan. Kami juga sedang menyiapkan permohonan resmi untuk DSP,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemkab Boltim dan Pemprov Sulut dalam setiap fase penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.
“Kami berharap koordinasi ini terus diperkuat agar setiap bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran, cepat, dan efektif,” tutup Argo.
Dengan ancaman cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, Pemerintah Boltim terus memantau perkembangan dan meminta masyarakat untuk tetap waspada serta mengikuti arahan dari pemerintah desa dan petugas lapangan.
















