Kapolres KuburayaPemda-Halsel

BNNP Malut Kembali Bongkar Narkoba Jenis Sabu, Siap Edar

TERNATE, PilarAktual.com — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara kembali mengungkap penyalahgunaan narkotika jenis sabu siap edar yang dikendalikan antar jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Ternate dan Makassar Sulawesi Selatan.

Pengungkapan bermula pada saat petugas mendapat informasi bahwa adanya pengiriman paket yang diduga berisi narkoba jenis sabu.

Setelah mendapatkan informasih tersebut Petugas BNNP Malut lalu melakukan penyelidikan terhadap paket yang dikirim atas suruhan salah satu penghuni Lapas Makassar (Sulawesi).

Dari hasil penyelusuran petugas BNNP dapat mengamankan tersangka insial J alias Deni (34). Kemudian dikembangkan dan ditemukan tersangka M alias Ulis (33) yang juga merupakan Narapidana Narkoba Lapas kelas IIA Ternate.

Kepala BNNP Malut, Brigjen (Pol) Roy Hardi Siahaan dalam jumpa pers, tepatnya Pukul 11,00 Wit mengatakan, Paket yang dikirm ke Ternate tersebu itu ditujukan ke salah satu penghuni Lapas Ternate, yakni M alias Ulis.

Berdasarkan informasi dari jasa pengiriman, diketahui paket yang diduga narkotika telah diantar oleh kurir ke rumah adik Ulis di Kelurahan Akehuda, Kota Ternate dan dikendalikan oleh narapidana Ulis.

“Jadi Ulis yang mengendalikan narkoba tersebut dari Lapas, kemudian menghubungi temannya, Deni, untuk mengambil paket di rumah adiknya. Sekitar pukul 15.28 WIT saat tersangka Deni mengambil barang itu, petugas pun langsung mengamankan,” ungkap Kepala BNNP Malut Roy Hardi Siahaan. Jumat (19/2/2021)

Setelah diamankan Deni, petugas menemukan barang bukti (BB) narkoba jenis sabu sebanyak 125 sachet dengan berat 108,12 gram atau 1 ons 8 gram.

Selain itu sambung Roy, petugas juga mengamankan satu buah handpone (HP) jenis dan 4 oli padat gemu/stempet. Sedangkan Modus yang digunakan tersangka paket tersebut dibungkus dengan empat kaleng oli padat atau gemu.

Dari pengungkapan itu Lanjut Roy, pihaknya terus melakukan pengembangan dan menangkap tersangka Ulis yang saat itu berada di Lapas kelas IIA Ternate sekira pukul 22.00 WIT.

Sementara terkait keterlibatan napi di Lapas Makassar, saat ini BNNP Malut masih upaya melakukan pengembangan dan koordinasi terhadap pihak Lapas Makassar.

Sekedar diketahui, atas perbuatan tersebut kedua tersangka ini dijerat pidana dalam pasal 112 ayat (1), 114 ayat (1) dan pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun sampai seumur hidup, serta denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp 10 miliar rupiah. (Pl/red)

Tinggalkan Balasan