Mitra, PilarAktual.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Bentenan Indah, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, terus memacu pembangunan untuk memperkuat layanan publik sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Upaya pembenahan ini terlihat dari sejumlah proyek strategis yang mulai diselesaikan, sebagian di antaranya didanai melalui alokasi Dana Desa (DD) tahun berjalan.
Salah satu pembangunan yang menjadi perhatian utama adalah rampungnya gedung baru Taman Pendidikan Quran (TPQ) Baiturrahman Bentenan Indah.
Gedung tersebut dibangun mulai dari fondasi hingga penyelesaian atap demi menghadirkan sarana belajar yang lebih layak bagi anak-anak yang mengikuti pendidikan Al-Qur’an.
Pembangunan ini disebut sebagai bagian dari komitmen desa untuk memperkuat basis pendidikan keagamaan sejak usia dini.
Hukum Tua Bentenan Indah, Dewi Sahelangi, mengatakan penggunaan anggaran diarahkan untuk memenuhi kebutuhan prioritas masyarakat, termasuk peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar.
“Selain pembangunan TPQ, kami juga meningkatkan sarana di lima posyandu. Ini penting karena pelayanan kesehatan bersentuhan langsung dengan warga setiap hari,” ujarnya saat ditemui jurnalis PilarAktual.com pada Jumat (12/12/2025).
Sahelangi menjelaskan bahwa beberapa program sosial juga tetap menjadi prioritas, seperti penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), dukungan penanganan stunting, hingga penyediaan penerangan jalan desa.
Pemdes juga memperkuat sistem keamanan lingkungan melalui revitalisasi fasilitas siskamling dan pemasangan solar cell untuk menunjang kebutuhan listrik di beberapa titik.
Pemerintah desa tidak hanya fokus pada kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga kebersihan lingkungan.
Pembersihan rutin dan pembenahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dilakukan agar pengelolaan sampah semakin layak dan tidak menimbulkan persoalan kesehatan.
Program revitalisasi TPA ini direncanakan berlanjut pada tahap berikutnya sebagai solusi jangka panjang terhadap permasalahan sampah.
Ke depan, Pemdes Bentenan Indah menargetkan beberapa program besar yang dinilai berdampak langsung pada pelayanan publik.
Di antaranya rencana pengadaan satu unit mobil ambulans desa untuk mempercepat penanganan keadaan darurat kesehatan.
Selain itu, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 90 meter sedang disiapkan untuk dibangun di jalur menuju area pemakaman.
Pemdes juga tengah mengusahakan perluasan lahan makam dengan merencanakan pembelian tanah milik warga.
Sahelangi menegaskan bahwa sebagian besar program pembangunan masih berproses dan membutuhkan dukungan masyarakat.
Ia meminta warga memahami bahwa pemerataan pembangunan dilakukan secara bertahap seiring dengan keterbatasan anggaran dan regulasi penggunaan dana desa yang harus dipatuhi.
“Masih banyak yang perlu kita benahi. Apa yang belum terakomodasi tahun ini akan kami upayakan pada tahapan berikut. Kami optimis seluruh kegiatan dapat berjalan optimal,” katanya.
Dengan sejumlah agenda pembangunan tersebut, Pemdes Bentenan Indah berharap transformasi desa dapat berjalan berkelanjutan.
Pemdes menargetkan seluruh alokasi Dana Desa digunakan sepenuhnya untuk memperkuat pelayanan masyarakat dan mempercepat kemajuan desa. (Advertorial)






















