LABUHA, PilarAktual.com – Akibat curah hujan dengan intensitas tinggi Desa Ploly Kecamatan Pulau Makian Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara diguyur banjir.
Curah hujan tinggi terjadi pada Rabu, 23 Maret 2022. Sehingga membuat ambruk talud di dua lokasi sungai yang terletak di RT 01 dan 03 sepanjang 150 meter lebih ambruk.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Ploly, Harimun Hamisi saat dikonfirmasi media ini Selasa, (26/04/) mengatakan, kejadian curah hujan tinggi dan banjir itu membuat talud sepanjang 150 meter tepatnya di Desa Ploly ambruk.
“Memang sungai di Pulau Makian itu ketika hujan deras pasti terjadi banjir, meski bantaran sungai sudah ada talud tetapi karena debit air membawa pasir dan batu itu menghantam talud sepanjang 100 meter patah diterjang banjir,”Terang Kades.
Bahkan kata Harimun, Kalau musim hujan tingggi sejumlah pemukiman warga yang berdekatan dengan talud, itu terancam terbawa banjir
“Kalau hujan tinggi dan banjir begitu kuat sejumlah rumah warga terancam di bawa banjir,” Ungkapnya.
Terpisah salah satu pemuda desa Ploly, Fauji Marsaoly saat dikonfirmasi mengaku hingga kejadian banjir sampai sekarang belum direspon pihak Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan.
Fauji mengaku, meski sudah ada laporan kerusakan talud ke pihak BPBD namun, terkesan cuek dan tidak ada respon melakukan identifikasi kerusakan.
Menurutnya, lanjut fauji, Laporan ini sudah disampaikan selama 35 hari berlangsung pasca bencana, tetap saja belum ada respon penanganan dari BPBD.
“Meluapnya sungai di desa Ploly sehingga dapat menghancurkan talud, Pemdes sudah laporkan ke BPBD tetapi belum ada reaksi, buktinya pasca banjir hingga sekarang belum ada TRC BPBD untuk turun melakukan identifikasi kerusakan,” Keluhnya.
Ia berharap, kepada Pemda Halsel melalui (BPBD) Halmahera selatan, untuk segera merespon cepat keluhan masyarakat guna untuk melakukan penanganan bencana renovasi kerusakan talud, karena hampir sebagian pemukiman warga disekitar bantaran sungai sudah terancam diterjang banjir.
“Warga sangat berharap ada perhatian serius pemerintah daerah lewat BPBD untuk turun lakukan identifikasi kerusakan, jika tidak dilakukan penanganan warga sangat khawatirkan saat hujan deras banjir tidak dapat diantisipasi kerusakan. Kalou itu terjadi banjir maka masyarakat khawatir rumahnya terancam diterjang banjir,” Pintanya. (Red)
















