Usulan Bupati Halsel Soal Pemulihan Ekonomi, Direspon Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri

  • Whatsapp

JAKARTA, PilarAktual.com – Bupati Kabupaten Halamahera Selatan (Halsel) Hi. Usman Sidik, Rabu (01/08/2021) siang tadi temui Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Syailendra. Pertemuan itu berlangsung di ruang rapat Dirjend PDN Jakarta Pusat.

Bupati Halsel Usman Sidik dalam pertemuan itu menyampaikan, beberpara point perlu di perhatikan disparitas harga bahan pokok dan bahan penting di Kabupaten Halmahera Selatan, yang secara geografis di Halmahera Selatan banyak berpulau-pulau, sehingga solusi yang ditawarkan adalah sarana distribusi logistic harus tersedia secara merata.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Kabupaten Halmahera Selatan khususnya di pulau Obi, Masi terdapat adanya kendala baik Pelabuhan Jikotamo Pulau Obi, kapal Tol Laut menyinggahi pelabuhan Jikotamo untuk bongkar muat barang Pokok dan Barang Penting yang datang dari Surabaya dan muatan Balik berupa hasil hutan. Bahkan hasil pertanian, hasil perikanan bahan pokok lain yang akan dikirim ke Surabaya itu masih terkendala dengan belum adanya Gudang sebagai tempat penyimpanan barang bongkar muat.

“Olehnya itu saya menyampaikan kebutuhan gudang untuk pelabuhan di Jikotamo sangat penting, apalagi Pemerintah pusat telah menetapkan PSN di Pulau Obi supaya barang kebutuhan pokok yang didatangkan dari Surabaya dengan Kapal Tol Laut dapat lebih banyak agar harga kebutuhan pokok tidak naik tinggi,” Ujar Bupati Halsel saat dikutip dalam pertemuan.

Orang nomor satu dilingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan Halsel ini menuturkan, dirinya juga menyampaikan kendala Pasar Mafa dan Pasar Jikotamo perlu dilakukan revitalisasi, supaya para pedagang dan pembeli dapat lebih nyaman untuk melakukan transaksi, lebih bersih, dan dapat ditata dengan baik.

“Kepada Dirjend Pedagangan Dalam Negeri agar dapat memperhatikan dua pasar ini di kabupaten Halmahera Selatan dengan mengalokasikan dana, sehingga tugas dan Revitalisasi Pasar Rakyat berjalan maksimal,” Cetusnya.

Menanggapi permintaan Bupati Halsel Usman Sidik, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Syailendra mengatakan, pihaknya akan mengupayakan untuk mengalokasikan Dana Tugas Perbantuan Revitasilasi Pasar Rakyat ke Kabupaten Halmahera Selatan, tetapi saat ini harus melakukan penyesuaian anggaran Tahun 2022 untuk Revitalisasi Pasar Rakyat.

“Kami akan membuat pola Sharing Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam revitalisasi pasar rakyat dan kami upayakan akan ada di Kabupaten Halmahera Selatan,” Jelasnya Direktur Jendral.

Dijelaskan Dirjen, untuk Gudang non Sistem Resi Gudang, Kemendag tahun 2022 hanya mengalokasikan anggaran untuk membangun 4 Buah Gudang yang hanya diperuntukan untuk mendukung PSN Food Estate.

“Bupati harus secepatnya mengajukan melalui system informasi pasar (SIPR) milik Kemendag untuk tahun 2023, dengan membuat kepastian pengelola Gudang apabila sudah dibangun, karena sistim pengelolaan Gudang dapat menjadi sumber pendapatan Aset Daerah (PAD),” Katanya.

Sementara itu, Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Ikbal S. Shofwan menyampaikan secara teknis bahwa permohonan revitalisasi pasar rakyat harus memenuhi persyaratan teknis dan adminitrasi dan diajukan melalui alokasi SIPR.

“Dari data usulan revitalisasi pasar rakyat yang masuk dalam SIPR tahun 2022 lebih dari 1.000 usulan diantaranya usulan Pasar Mafa dan Pasar Jikotamo. Mudah-mudahan kami dapat mengalokasikan ke pasar tersebut,” Akuinya. (Red)