BoltimPemerintahanPeristiwa

Tingkatkan Layanan Kesehatan, Pemkab Boltim Integrasikan Dana Kapitasi ke Bank SulutGo

311
×

Tingkatkan Layanan Kesehatan, Pemkab Boltim Integrasikan Dana Kapitasi ke Bank SulutGo

Sebarkan artikel ini
Tingkatkan Layanan Kesehatan, Pemda Boltim Integrasikan Dana Kapitasi ke Bank SulutGo

Boltim, PilarAktual.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus melakukan pembenahan sistem pengelolaan keuangan di sektor kesehatan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengintegrasikan pengelolaan dana kapitasi BPJS Kesehatan melalui kerja sama dengan Bank SulutGo Cabang Tutuyan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Daerah Boltim dan Bank SulutGo pada Senin, 9 Maret 2026.

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan dana kapitasi yang digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Moh. Iksan Pangalima, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menyatukan sistem pembayaran kapitasi agar lebih terintegrasi dengan sistem keuangan daerah.

Menurutnya, sistem baru tersebut memungkinkan setiap transaksi pelayanan kesehatan yang terjadi di fasilitas kesehatan langsung tercatat dalam sistem keuangan pemerintah daerah.

“Dana kapitasi itu sistemnya ketika dana sudah tersedia dan ada masyarakat yang berobat, maka transaksi tersebut langsung terunggah dan terkoneksi dengan pemerintah daerah melalui bagian keuangan.

Baca Juga :  Refleksi 18 Tahun Boltim, Bupati dan Wakil Bupati Paparkan Strategi Masa Depan Daerah

Pembayarannya juga langsung diproses melalui Bank SulutGo,” ujar Iksan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, sebelumnya pengelolaan sistem pembayaran kapitasi dilakukan melalui Bank BRI.

Namun, pemerintah daerah menilai sistem tersebut masih memerlukan waktu yang relatif lebih lama dalam proses administrasi.

Karena itu, Pemda Boltim memutuskan untuk mengalihkan pengelolaan dana kapitasi ke Bank SulutGo dengan berbagai pertimbangan strategis.

Salah satu alasan utamanya adalah karena pemerintah daerah memiliki penyertaan modal di Bank SulutGo sebagai bank pembangunan daerah.

“Kalau menggunakan bank lain, sementara pemerintah daerah merupakan pemegang saham di Bank SulutGo, tentu tidak memberikan manfaat timbal balik bagi daerah,” kata Iksan.

Sementara itu, Branch Manager Bank SulutGo Cabang Tutuyan, Faisal Ambarak, menjelaskan bahwa dana kapitasi merupakan sistem pembayaran di muka dari BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan melalui Dinas Kesehatan.

Baca Juga :  Motivasi Siswa di MPLS, Bupati Baharuddin Soroti Pentingnya SDM Hadapi Bonus Demografi

Pada sistem sebelumnya, dana tersebut tidak melalui Bank SulutGo karena bersumber langsung dari BPJS Kesehatan dan tidak berkaitan langsung dengan sistem keuangan pemerintah daerah.

Namun kini mekanisme tersebut mengalami perubahan.

Sebanyak sembilan fasilitas kesehatan di wilayah Boltim, yang terdiri dari delapan puskesmas dan satu rumah sakit, diwajibkan membuka rekening dana kapitasi di Bank SulutGo.

Dengan sistem ini, seluruh pengelolaan dana kapitasi akan lebih terintegrasi dengan sistem perbankan daerah.

Faisal menjelaskan bahwa perubahan sistem ini memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional fasilitas kesehatan.

Sebelumnya, para pengelola puskesmas maupun rumah sakit harus melakukan perjalanan ke Kota Kotamobagu untuk mencetak rekening koran, mengecek saldo, hingga memeriksa mutasi rekening.

Proses tersebut membutuhkan waktu dan biaya transportasi tambahan yang tidak sedikit.

Kini, dengan keberadaan kantor cabang Bank SulutGo yang lebih dekat dengan wilayah pelayanan kesehatan di Boltim, proses administrasi perbankan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.

Baca Juga :  Resmikan Koperasi TP-PKK, Bupati Oskar Manoppo Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi Keluarga

“Dengan adanya layanan perbankan yang lebih dekat, pengelola fasilitas kesehatan bisa lebih mudah mengakses informasi keuangan dan mengelola dana kapitasi,” jelas Faisal.

Penandatanganan MoU ini juga turut didampingi oleh Manager SDM dan Umum Bank SulutGo, Ryan R Poligatan.

Pemerintah daerah berharap integrasi sistem pengelolaan dana kapitasi ini dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, serta mempercepat distribusi anggaran kesehatan di daerah.

Dengan pengelolaan dana yang lebih optimal, fasilitas kesehatan di Boltim diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam penyediaan obat-obatan, peralatan medis, serta insentif tenaga kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemda Boltim untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow