Kotamobagu, PilarAktual.com – Warga Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, belakangan ini mengeluhkan kelangkaan gas elpiji yang menyebabkan kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar rumah tangga.
Para ibu rumah tangga, pedagang kecil, dan masyarakat umum merasa sangat terbebani dengan kesulitan ini, mengingat gas elpiji adalah bahan bakar utama untuk kebutuhan sehari-hari.
Menanggapi masalah tersebut, Wali Kota Kotamobagu, dr. Wenny Gaib, bersama dengan pimpinan DPRD dan Kapolres Kotamobagu, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di AKD pada Kamis, 6 Maret 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Wenny Gaib menuliskan dalam akun Facebook pribadinya, “Hari ini kami bersama Pimpinan DPRD dan Kapolres meninjau langsung SPPBE di AKD.”
Sidak ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kelangkaan elpiji yang membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pasokan gas yang sangat dibutuhkan.
Kelangkaan elpiji sering kali terjadi menjelang hari-hari besar atau musim-musim tertentu, namun dalam kasus ini, kelangkaan yang terjadi dinilai tidak sesuai dengan perhitungan kebutuhan gas yang seharusnya ada di wilayah tersebut.
Selain itu, Pemkot Kotamobagu menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti distributor dan pihak-pihak yang mengelola SPPBE, untuk memastikan distribusi elpiji berjalan lancar dan tidak ada hambatan yang berarti.
Wali Kota Wenny juga mengungkapkan bahwa langkah konkret akan segera diambil untuk memastikan pasokan gas elpiji kembali normal dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dengan baik.
Sementara itu, warga Kotamobagu berharap agar kelangkaan elpiji ini segera mendapatkan solusi. Mereka khawatir kelangkaan ini akan berdampak pada kegiatan sehari-hari mereka, terutama pada sektor usaha kecil yang sangat bergantung pada gas elpiji.
Dengan kelangkaan ini, banyak pedagang dan pengusaha kecil yang terpaksa harus mengurangi produksi atau bahkan menutup usaha mereka sementara waktu.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPPBE AKD mengenai stok elpiji yang menipis.
Masyarakat dan pemerintah daerah berharap agar permasalahan ini bisa segera diselesaikan agar kehidupan sehari-hari warga Kotamobagu bisa kembali berjalan lancar tanpa gangguan kelangkaan bahan bakar.
Melalui sidak ini, diharapkan Pemkot Kotamobagu dapat mencari solusi tepat agar masalah kelangkaan gas elpiji tidak terulang di masa depan dan distribusi energi vital ini bisa berjalan dengan lancar.
Sebagai daerah yang sedang berkembang, kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok, seperti gas elpiji, sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kotamobagu.
















