HUT RI PEMKAB HALSEL

Sekda Halsel dan Dua Staf Pegawai Inspektorat Diberikan Sangsi

LABUHA, PilarAktual.com – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Usman Sidik memberikan sangsi Peringatan Keras (SP2) kepada Sekretaris Daerah, Ir Saiful Turuy atas tindakan penyobekan Surat Keputusan (SK) salah satu staf di Inspektorat Halsel beberapa belum lama ini.

Hal ini disampaikan Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik yang didampingi ketua tim infestigasi, Muamil Sunan dan sekretaris tim, Rahim Yasin saat menggelar konferensi pers diaula kantor Bupati, pada Kamis (6/01/2022).

Peringatan keras ini berdasakan hasil infestigasi tim yang dibentuk, dan telah disimpulkan bahwa Sekertaris daerah Halsel telah melakukan tindakan-tindakan yang melampaui kewenangan dan membuat kegaduhan yang tidak diperlukan, maka hasil rekomendasi tim perlu diambil tindakan berupa pemberian sangsi berupa pemberian peringatan keras atau SP2 kepada Sekda Halsel. Jika setelah surat teguran keras ini dikeluarkan kemudian Sekda kembali berulah atau membuat kesalahpahaman lagi maka kita akan nonaktifkan Sekda secara permanen.

Lanjut Bupati, sangsi yang diberikan kepada Sekda ini sesuai hasil kajian staf ahli dan tim infestigasi. Sangsi yang diberikan adalah sangsi yang paling terakhir.

“Sekda juga sudah pernah melakukan permintaan maaf dan suda mengakui keselahannya dan ini adalah suatu pelanggaran yang nyata yang dilakukan Sekda, sehingga kedepan jika Sekda melakukan kesalah yang sama atau kesalahan lain maka langsung dinonaktifkan atau diberhentikan selamanya,” Ujar Bupati Halsel.

Sementara, ketua tim infestigasi, Muamil Sunan yang juga sebagai staf ahli Bupati menambahkan, berdasarkan hasil infestigasi yang dilakukan oleh tim dan berdasarkan hasil kajian serta berdasarkan regulasi, memang perbuatan Sekda Halsel masuk dalam kode perilaku etik ASN.

“Ada kode etik ASN dan ada kode perilaku etik ASN, namun kasus Sekda ini masuk pada kode perilaku etik ASN, didalamnya ada sangsi ringan, sangsi sedang dan sangsi berat. Sangsi berat itu berupa pencopotan dari jabatannya Sekda, namun sangsi yang berikan saat ini adalah sangsi teguran keras atau SP2, kerena jika sSP3 itu diberhentikan bahkan sampai pemberhentian ASN,” Cetusnya.

Kata Muammil, Tentunya Kita semua tau bahwa Sekda Halsel ini adalah selaku pembina ASN dan ketua Korpri, Akan tetapi karena suda ada permintaan maaf sehingga Sekda diberikan sangsi berupa teguran keras.

Sementara sekretaris tim, Rahim Yasin juga menyampaikan, sangsi yang diberikan kepada Sekda Halmaher selatan itu berdasarkan hasil telaan dan hasil pemeriksaan saksi-saksi sehingga hasilnya adalah mengeluarkan rekomendasi tersebut.

“Ada dugaan pelanggan yang dilakukan Sekda tapi masi bersifat ringan, sehingga rekomendasi yang dikeluarkan itu berdasarkan pada pasal 11 Peraturan Pemerintah (PP) nomor 94 tahun 2001 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, maka perlu diingat bahwa kode etik dan disiplin itu beda, sehingga kasus Sekda ini masi kategori ringan tapi diberikan sangsi tegas. Artinya bahwa disiplin berat dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban diantaranya setia dan taat pada Pancasila dan UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf (a) apabila pelanggan berdampak negatif pada kinerja administrasi atau negara,” Jelasnya.

Dijelaskan Rahim, apa yang dilakukan oleh Sekda Halsel sehingga menciptakan kegaduhan di kalangan publik Halmahera selatan atau pemerintah, maka hasil kerja tim telah mengeluarkan rekomendasi teguran keras.

“Ini diatur dalam pasal 18 ayat 2 huruf (a) Undang-undang Pemerintah Daerah, Aparatur Sipil Negara, kewenangan pemberhentian tetap Sekda selaku pejabat Pimpinan Tinggi Pratama berada pada Bupati, namun karena Sekda massi koperatif dan ada hal-hal yang masi dipertimbangkan sehingga dijatuhi hukuman teguran keras,” Pungkasnya.

Selain Sekda sambung Rahim, Kedua staf di Inspektorat Halmahera selatan yakni, Riski Triandini alias Kiki dan Rara juga diberikan sangsi berupa sangsi ringan.

” keduanya Staf ini diberikan sangsi ringan, dan diwajibkan melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada Publik Halsel. (Red)