Sejumlah Komunitas dan Pemuda di Babang Tolak, Hasil Pemilihan Sepihak Ketua Karang Taruna

  • Whatsapp

LABUHA, PilarAktual.com – Sejumlah pemuda protes Ketidak demokratis dalam hasil pelaksanaan musyawarah Pemilihan Ketua Pemuda (Karang Taruna) Desa Babang Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan.

Hal ini disampaikan pemuda desa Babang, Safril melalui keterangan tertulis yang diterima media Pilar Aktual.com Kamis, (07/10/2021) ia menanggapi proses musyawarah yang berlangsung di gedung serba guna, itu tidak demokratis.

Bacaan Lainnya

“Pembentukan pengurus organisasi pemuda yang diselenggarakan di gedung serba guna desa Babang pada Rabu Tanggal 06 Oktober 2021 kemarin itu tidak mencerminkan nilai-nilai demokrasi karena tidak adanya pemberitahuan maupun sosialisasi terlebih dahulu. Tiba-tiba sudah dilakukan pengukuhan,” Tegas Safril.

Menurutnya, Semestinya ketika pemilihan berlangsung harus ada pemberitahuan sehingga semua rekan-rekan pemuda juga turut dilibatkan dan diberitahukan.

Untuk itu, atas nama pemuda kami menolak pembentukan pengurus karang taruna yang sekaligus dikukuhkan oleh Kepala Desa Babang, Ahmad Hi Abu tidak mengikuti tahapan musyawarah secara demokratis.

“Pengukuhan pengurus tidak legal, sebagian besar pemuda tidak pernah mengakui hasil pemilihan itu, bagaimana pelaksanaan tidak ada saling kordinasi ini langkah ceroboh,” Cetus Safril.

Senada ditanggapi Ketua Komunitas Algenza, Rusdiyanto, menilai musyawarah pemilihan ketua dan pengurus organisasi Karang Taruna itu tidak masuk akal.

“Bagaiman bisa, musyawarah karang taruna kong komunitas-komunitas pemuda desa seperti Algenza, Gensbar, Pelbang, Rumah Tiga dan seluruh pemuda lainnya tidak dilibatkan bahkan tidak pernah dapat informasi. Kapala Desa juga tidak hargai hak suara sebagian pemuda desa babang sama sekali,” Tegas Rusdiyanto.

Menurut Tox (Akrab disapa Rusdiyanto) mengatakan, padahal antusias komunitas dan pemuda desa babang secara kolektif yang tergabung dari Mahasiswa/pelajar pada organisasi karang taruna begitu besar untuk kebersamaan dan kepedulian pemuda desa babang.

“Bagi kami yang tidak terlibat merasa kecewa jika tidak terlibat langsung, bagi kami organisasi Pemuda (Karang Taruna) tulang punggung kemajuan desa, kare tujuanya demi membangun desa yang lebih baik, terutama menyangkut kepentingan kaum muda. Sebab harapan itu mestinya sudah terwujud sejak awal-awal periode atau pertengahan dan bukan di akhir periode seperti sekarang,

Kemudian itu sambung dia, kalau ada musyawarah pembentukan pengurus karang taruna, seharusnya pemuda desa babang di undang, atau paling tidak ada pemberitahuan maupun sosialisasi, supaya tidak ada yang merasa tak di hargai di Desa Babang Ini. Penyelenggara pembentukan pengurus karang taruna harus sadar itu,” Pungkasnya. (Abram)