LABUHA, AspirasiMalut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan, Maluku Utara, meresmikan Taman Zero Poin Sabtu, 18 Pebuari 2023 malam.
Peresmian Taman Zero Poin dengan Ikon Burung Bidadari itu tersebut diresmikan Oleh Bupati Usman Sidik didampingi Wakil Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dan seluruh pimpinan OPD Halsel serta disaksikan ribuan warga Halmahera Selatan.
Hadirnya Taman Zero Point melalui program pembangunan kawasan perkotaan labuha sebagai kota cerdas yakni “Smart City”.
Usai peresmian Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik menyampaikan bahwa peresmian zero point kota labuha yang telah dicanangkan pembangunannya sejak diambil sumpah dan janji selaku Bupati dan Wakil bupati halmahera selatan.
“Sejak kami dilantik, kami berdua telah mencanangkan berbagai program program pembangunan yang dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), salah satunya pada pembangunan kawasan perkotaan labuha sebagai kota cerdas yaitu “Smart citty”,Ujarnya Disela sela peresmian, Minggu (19/2).
Menurutnya, Kota cerdas adalah suatu konsep perencanaan, penataan dan pengelolaan kota yang saling berkaitan dengan semua aspek kehidupan untuk mendukung masyarakat yang cerdas, berpendidikan, memiliki moral serta adanya peningkatan kualitas hidup warganya.
Olehnya itu, melalui konsep pembangunan smart city, semakin meningkatkan efisiensi operasional dan layanan kota melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya kota, secara efisien dan berkelanjutan, sehingga akan tercipta kenyamanan peningkatan kualitas atau kesejahteraan hidup warga,
“Kota yang cerdas dan sehat adalah kota yang menyediakan ruang terbuka hijau dan ruang publik atau pablik spes minimal 30 persen. Kini kami telah membangun tiga ruang publik yakni papaloang park, taman UMKM Milenial dan Zero Point kota labuha yang dapat dimanfaatkan dan dinikmati seluruh masyarakat kabupaten halmahera selatan,”Kata Usman di hadapan ribuan warga Halsel

Dikesempatan itu, politisi Partai PKB itu memaparkan, burung bidadari sebagai ikon Zero Point, secara makro memiliki dua makna mendasar, yang pertama adalah aspek historis, dimana pada tahun 1858, melalui hasil ekspedisi ilmiah naturalis berkebangsaan inggris bernama alfred russel wallace menemukan semioptera wallacii atau yang kita kenal dengan nama (burung bidadari).
Hal itu, tercantum dalam bukunya berjudul the malay archipelego yang berisi tentang rangkuman perjalanan alfred russel wallace di wilaya nusantara pada tahun 1854 hingga pada 1862.
“Jadi dengan menjadikan burung bidadari
sebagai ikon zero point, sesungguhnya, kita telah membuka jalur pariwisata sejarah dan jalur pariwisata riset flora dan fauna antara bacan dengan dunia eropa,”Papar Usman.
Sebagai buktinya, Kata Bupati bahwa, pada bulan januari Tahun 2023 kemarin, halmahera selatan mulai kedatangan tamu sejumlah turis dan peneliti dari eropa untuk melakukan penelitian dan ingin melihat langsung keberadaan burung bidadari di bawah kaki Gunung Sibela,
“Insya allah dalam waktu dekat akan ada lagi sejumlah kapal-kapal turis datang ke bacan dengan maksud yang sama,” Pungkas Bupati Seraya mengatakan
kepemimpinan kami siap take off dari yang sebelumnya sebagai daerah tertinggal hingga menjadi daerah berkembang. (Tam/Red)
















