Presiden Republik Indonesia Berikan Pengarahan Kepada Seluruh Kepala Daerah Bersama Forkopimda se- Indonesia

  • Whatsapp

Kubu Raya,PilarAktual.com
Pada hari Senin tanggal 17 Mei 2021 Pukul 13.30 Wib bertempat di Aula Kantor Bupati Kubu Raya Jln. Arteri Supadio, Desa Arang Limbung, Kec. Sungai Raya, Kab. Kubu Raya telah dilaksanakan Vicon Pengarahan Presiden Republik Indonesia Kepada Seluruh Kepala Daerah bersama Forkopimda se- Indonesia.

Adapun pejabat yang hadir sbb :
1. Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan
2. Wakil Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, SE
3. Dandim 1207/BS Kolonel Inf Jajang Kurniawan
4. Kapolres Kubu Raya AKBP Yani
5. Sekda Kubu Raya Bpk. Yusran Anizam
6. Wakil Ketua 1 DPRD Kubu Raya Bpk. Ir. Usman
Laporan Mentri Dalam Negeri, yang intinya sbb :
Hampir satu setengah tahun dunia mendapat musibah melalui Covid -19 yang merupakan Virus dan menyebar sangat luas dalam sejarah umat manusia hampir tidak ada belahan bumi yang tidak tersentuh dan hampir semua negara terhambat oleh virus ini.

Bacaan Lainnya

Globalisasi terjadi hubungan antar negara yang saling mempengaruhi maka pada minggu ke-16 tidak saja menjadi krisis kesehatan tapi krisis multidimensi global, terjadi efek domino yang menyebabkan munculnya krisis ekonomi dan keuangan sosial dan bahkan di beberapa negara telah memicu krisis keamanan dan politik.

Besarnya kompleksitas krisis ini menjadi pujian terhadap sistem tatanan dunia dan juga setiap negara.
Ujian bagi sistem ketahanan semua aspek kehidupan setiap negara, ketahanan sistem kesehatan, sistem ekonomi, sistem keuangan, sistem sosial dan berbagai sistem lainnya.

Krisis multidimensi yang cukup lama ini bahkan jadi ujian bagi para pengambil kebijakan terutama para pemimpin negara dan daerah seluruh dunia untuk mengambil kebijakan yang tepat guna survei bangsa dan daerah yang dipimpin.

Setelah sekian lama menghadapi krisis ini ada semacam target yang sama bagi setiap pengambil kebijakan yaitu mampu mengendalikan penyebaran virus covid-19 dan menyelamatkan ekonomi meskipun demikian tidak ada satupun formula yang sama karena setiap negara dan daerah memiliki karakter yang berbeda.

Perbedaan karakteristik tersebut membuat para pengambil kebijakan melakukan beragam terobosan dan inovasi untuk mempermudah rakyat mencerna kebijakan yang diambil bahkan para pengambil kebijakan menggunakan analogi sederhana.

Perdana Menteri Singapura misalnya menggunakan istilah ini adalah “ibarat lari maraton” krisis yang dihadapi ini berlangsung relatif lama sehingga perlu ketahanan dan konsistensi ada waktunya berlari cepat dan lambat untuk menghemat tenaga.

Bapak Presiden Joko Widodo juga sangat dikenal dengan analogi Penanganan ibarat “Mengendarai kendaraan pada waktu menginjak gas atau melonggarkan pembatasan untuk mewujudkan ekonomi dan ada saatnya menginjak rem melakukan pengetatan untuk mengendalikan penyebaran covid-19”.

Hingga saat ini penyebaran virus tingkat global belum dapat terbendung, di beberapa negara malah mengalami lonjakan gelombang arti India, Bangladesh, Pakistan, Nepal, Prancis, Brazil, Meksiko, dan bahkan negara-negara yang selama ini cukup dapat mengendalikan seperti Jepang, Korea Selatan, Malaysia dan Singapura saat ini justru melakukan pembatasan yang amat ketat secara nasional karena kurva kenaikan eksponensial 9 hari ini.

Di sisi lain Indonesia mengalami fenomena perbaikan dan pemulihan ekonomi pada tiga bulan terakhir strategi pembatasan sosial berskala besar atau PSBB dan kemudian disempurnakan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PKM skala mikro berdasarkan arahan presiden dan presiden merasa cukup efektif untuk mengendalikan penyebaran covid-19 dan memberi ruang untuk pemulihan ekonomi untuk melanjutkan strategi Bapak Presiden maka setiap minggu Kemendagri, Kemenkes, Satgas covid 19, Polri dan TNI serta seluruh pemerintah daerah melakukan evaluasi dengan mengupdate data situasi dan memberikan arahan bagi jajaran daerah,setiap dua minggu yang sama dipimpin langsung oleh Bapak menteri ekonomi mikro dengan tambahan pimpinan terkait dan semua Gubernur di laksanakan baik untuk mengevaluasi PKM sebelumnya dan membahas apa substansi PKM berikutnya.

Ada dua hal yang berulang-ulang telah disampaikan kepada seluruh kepala daerah pertama ada empat indikator yang menjadi menu sarapan pagi, bagi seluruh kepala daerah angka positif atau negatif yang harus diupayakan turun Covid-19 update rasio bor yang harus dibawa 50%, kedua kepala daerah sebagai pimpinan, forkompinda atau forum komunikasi benar-benar memanfaatkan forum ini sehingga kompak dan sinergi dalam mengambil dan melaksanakan kebijaksanaan kebijakan di daerah untuk penanganan krisis covid 19, ini merupakan kebersamaan banyak stick holder terutama dalam mengendalikan masyarakat atau sosial kontrol daerah yang kompak umumnya mampu mengendalikan anak-anak dan sebaliknya daerah yang kurang kompak, meskipun kita mensyukuri bawah hingga kini negara Indonesia dengan populasi terbesar keempat dunia masih dapat mengendalikan penyebaran covid-19 tentunya kita harus waspada tidak lengah dan tidak lelah karena situasi aman dinamis.

Situasi di negara lain mempengaruhi negara kita dan situasi di suatu daerah dalam negara kita dapat berpengaruh lain. momentum hari raya adalah salah satu yang perlu diwaspadai dan disikapi dan kekompakan pemerintah pusat dan semua pemerintah daerah harus tetap dijaga. Kita belajar dari kasus India kegiatan keagamaan massal menjadi salah satu penyebab ledakan penyebaran yang kini sulit dikendalikan. kekompakan pusat dan daerah menjadi keniscayaan karena negara kita menerapkan sistem politik demokrasi dengan desentralisasi terbatas, dinamika kondisi dan potensi kerawanan pada masa liburan sekitar hari raya. kenaikan kasus beberapa negara yang dekat secara geografis di Indonesia serta adanya beberapa varian baru virus covid-19 memerlukan kewaspadaan yang tinggi dan langkah-langkah yang tepat oleh semua pengambil kebijakan itu dengan segala kerendahan hati kami mohon kiranya bapak Presiden berkenan memberikan arahan kepada semua kepala daerah, pimpinan DPRD dan forkompinda sehingga terdapat satu persamaan.

Adapun pengarahan presiden yang intinya Kita harus waspada karena ada potensi jumlah kasus baru covid 19 meskipun kita telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik. Tadi pagi saya mendapatkan data yang saya terima terdapat sekitar satu setengah juta orang yang mudik dalam kurun waktu 6 Mei sampai 17 Mei. Awal-awal dulu saya sampaikan ada 33% masyarakat yang berkeinginan untuk mudik ke kampung halaman kemudian ada larangan dilarang mudik turun menjadi 11% setelah sosialisasi turun lagi menjadi 7% dan saat pelaksanaan karena ada peningkatan penyekatan turun menjadi 1,1%,memang 1,1% kelihatanya kecil sekali tetapi kalau dijumlah ternyata masih besar sekali 1,4% sekian satu setengah juta orang yang masih mudik Oleh sebab itu kita berharap meskipun saya melihat kemarin di tempat wisata ramai mudik, tadi saya sampaikan satu setengah juta kita berharap kasus aktifnya tidak kita inginkan sebesar pada tahun-tahun lalu karena sudah terjadi penurunan kasus aktif dari puncak.

Kasus aktif yaitu di awal Februari itu puncaknya di situ kasus aktif ada 176.000 tetapi sekarang kasus aktif itu sudah turun menjadi 90.800 turun 48% penurunannya sekali 48% ini yang harus terus kita tekan agar semakin turun, ini harus ada konsistensi seperti tadi Mendagri kita harus memiliki ketahanan karena tidak mungkin selesai dalam waktu sebulan, dua bulan kita harus hati-hati.

Gelombang ke-3 di negara-negara tetangga kita sudah juga mulai melonjak drastis Malaysia sudah lockdown sampai Juni Singapura juga sudah lockdwn sejak Mei dan semakin ketat pada minggu-minggu kemarin kita harus melihat tetangga-tetangga kita dan kasus per provinsi data-datanya sekarang kita komplit hati-hati provinsi yang ada di Sumatera dan 15 provinsi mengalami kenaikan ini hati-hati sekarang kita terbuka Sumut hati-hati,Sumbar hati-hati, Riau hati-hati, Jambi hati-hati, DKI Jakarta hati-hati, Maluku hati-hati, Banten hati-hati, Maluku Utara hati-hati dan Gorontalo hati-hati kelihatan dalam grafisnya semua kelihatan sekarang kita harus hati-hati.

Sebagian besar ada di Sumatera dan ada di Jawa juga ada di Sulawesi dan Kalimantan ini perkembangan kasus mingguan di pulau Sumatera hati-hati bisa dilihat, Aceh turun tetapi juga masih pada posisi yang tinggi, Sumut juga sama naik belum turun Sumbar juga tinggi tetapi sudah ada penurunan, provinsi-provinsi yang lainnya juga sama tinggi tetapi ada penurunan, banten tinggi tapi ada penurunan, Jambi tinggi tapi ada penurunan. tetap semuanya harus hati-hati yang turunnya drastis hanya di Bengkulu sehingga tak beri tanda hijau bukan zona hijau tapi turunnya Minggu hanya trend menurunnya kelihatan, Riau hati-hati, Kepri naik belum turun hati-hati, Lampung tinggi tapi sudah menurun tapi juga hati-hati sekarang akuntansi rasio-rasio keterisian tempat tidur di rumah sakit target kita sekarang harus dibawah 50% ada yang masih di atas 50 % Karena bor nasional kita sekarang ini. keterisian rasio tempat tidur yang ada di rumah sakit secara nasional sekarang kita di posisi yang baik yaitu 29% tapi ada beberapa provinsi yang di atas 29% dan ada yang masih di atas 50%. tolong semua gubernur, bupati, Walikota tahu angka-angka ini 3 Provinsi hati-hati Sumut bornya 58%, kepri bornya 53%, Rio bornya 52%. kalau yang masuk ke rumah sakit banyak artinya memang harus hati-hati super hati-hati karena bor nasional sudah turun 29% pernah dulu di atas angka 80% dan juga yang sering saya pakai untuk patokan itu wisma atlet memang yang banyak menampung pasien wisma atlet pada tahun 2020 di atas 90% sangat betul dan saya takut betul sudah di atas 9% artinya 2 minggu ke depan tidak bisa turun sudah penuh dan di sekolah. rumah sakit kalau sudah di atas angka itu wisma atlet yang dulu sempat di atas 9% hari ini di angka 15,5% sehingga saya minta angka-angka seperti ini gubernur, bupati Walikota, Pangdam dan Kapolda, Kapolres,Kejati dan seluruh asisten semuanya tahu kondisi angka-angka itu di setiap daerahnya agar tahu apa yang harus dilakukan, kalau obatnya kurang berarti harus kemana dan segara mungkin dikirim.

Dari grafis yang ada mobilitas masyarakat di hari lebaran kemarin di tempat-tempat wisata naik tinggi sekali 38% sampai 100,8% hati-hati dua minggu ke depan ini semuanya harus hati-hati, kenaikan ini artinya mobilitas indeksnya naik 38 sampai 100,8% gubernur, bupati, Walikota hati-hati yang zonanya masih wisata itu harus tutup dulu, yang kuning dan hijau buka tetapi harus ada petugas satgas covid di sana sehingga protokol kesehatan secara ketat tetap harus dilaksanakan,tidak boleh lepas manajemen,lepas tata kelola kita.

Kemudian terakhir dari WHO menyampaikan bahwa indikator pengendalian pandemi covid-19 terutama bagian kita ini indikator kapasitas respon ini penting sekali yang berkaitan terutama pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus sama-sama urusan yang berkait dengan testing makin banyak semakin baik kemudian yang kedua berkaitan dengan racing hati-hati kalau ada 1 orang yang positif dan itu harus dilacak betul, dia kontak dengan orang lain lebih dari 15 menit dan jarak minimalnya kurang lebih 1 meter, berapa orang itu yang harus segera di cek betul isolasi karantina ini kelamaan kita ada di sini yang di kedua keperawatan sudah tahu ini juga hati-hati mengenai varian baru dari covid-19.

Mana yang sudah ada B117, mana yang sudah ada B1351, Provinsi mana yang sudah ada B16 17. Sumsel hati-hati ada lima orang, Sumut hati-hati ada dua orang, Jawa Barat hati-hati ada 2 orang, DKI hati-hati ada 1 orang Kalsel hati-hati ada 1 orang. Kalau udah ketemu orangnya segera diisolasi secepat-cepatnya kalau sudah terlanjur kontak dengan orang lain segera juga itu cek dengan siapa dia telah kontak mumpung ini baru pada angka-angka yang kecil harus hati-hati.

Saya akan tambah sedikit mengenai ekonomi kita tahu kuartal pertama 2020 kita masih tumbuh positif 2,97% di kuartal kedua Maret awal kita ketemu dua orang yang pertama terkena covid kemudian kuartal kedua April Mei Juni awal ke 2-2020 turun menjadi minus 5,32 masuk ke kuartal ketiga 2020 lebih baik. pertumbuhan ekonomi kita minus 3,49 dan kuarta atau A4 kita masih – 2,19 masuk ke 2021 kuarta pertama berarti Januari, Februari, Maret sudah ada perbaikan tapi kita masih di angka minus 0,74 hati-hati pertama kita masih minus 0,74 target kita ekonomi nasional ini didapat dari agregat kumpulan pertumbuhan ekonomi yang ada di provinsi, kabupaten dan kota jadi seluruh gubernur, bupati dan walikota memiliki tanggungjawab yang sama Dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kuartal kedua kurang lebih harus di atas 7% bayangkan dari minus 0,74 saya minta di atas 7% tapi tergantung kerja keras kita bersama.

Tadi pagi saya mendapatkan laporan periode idul fitri itu ada peredaran Uang kuartal yaitu 154,5 triliun 154, 5 triliun dibanding 2020 Idul Fitri 2020 ada kenaikan 41, lima persen 41% tenaganya ini positif ini menambah optimisme kita tetapi hati-hati masalah covid-19 kemudian kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi kuartal pertama per provinsi-provinsi semuanya negatif yang positif banyaknya Riau positif 0,41 kuartal pertama ini Papua positif 14, 28,
Sulut 1,87% sutera 0,06% NTT 0, 12% Papua Barat 1,47% Bangka Belitung 0,97% Maluku Utara 13,45% yang lain masih negatif artinya kita harus bekerja keras optimis agar di kuartal kedua target kita kurang lebih di atas 7% tapi bisa kita peroleh semua provinsi kita berharap sudah positif di kuartal kedua ini tapi hati-hati masalah covid-19 tetap harus ditekan jangan hanya melihat satu sisi ekonomi tidak melihat sisi kesehatan dua-duanya harus dijalankan beriringan Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.

Pada pukul 14.18 Wib kegiatan Vicon Pengarahan Presiden Republik Indonesia Kepada Seluruh Kepala Daerah Bersama Forkopimda se- Indonesia telah selesai dilaksanakan dalam keadaan aman dan tertib.(Rudi halik)