Boltim

Petani Kotabunan Rintis Kebun Kakao, Dari Studi Banding Jadi Gerakan Bersama

172
×

Petani Kotabunan Rintis Kebun Kakao, Dari Studi Banding Jadi Gerakan Bersama

Sebarkan artikel ini

Boltim, PilarAktual.com – Semangat baru tumbuh di Desa Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Sejumlah warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Togulu Coklat tengah merintis jalan baru: membangun kebun pembibitan kakao sebagai alternatif mata pencaharian.

Awalnya, langkah kecil ini lahir dari kegiatan studi banding yang difasilitasi PT Arafura Surya Alam (ASA) ke petani binaan PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) di Bakan.

Pengalaman melihat langsung keberhasilan para petani binaan JRBM menumbuhkan tekad baru: “Kami juga bisa melakukannya di Kotabunan.”

Sekembalinya dari kunjungan itu, warga mulai membuat pembibitan sederhana di pekarangan rumah. Enam bulan kemudian, melalui rapat kelompok, mereka sepakat mendirikan kebun pembibitan kolektif.

Baca Juga :  Evaluasi Perubahan APBD 2026, Pemkab Boltim Tindak Lanjuti Catatan Pemprov Sulut

PT ASA kemudian memberikan izin penggunaan lahan tidur yang sudah dibebaskan untuk jangka waktu dua tahun.

Dengan semangat gotong royong, lahan dibersihkan, bangunan nursery didirikan, dan media tanam disiapkan dengan pendampingan tim Environment PT ASA.

Pada Juli 2025, 20 anggota kelompok mulai menyemai ribuan biji kakao. Kini, lebih dari 7.000 bibit telah tumbuh, mendekati target 10.000 bibit.

“Awalnya kami ragu apakah bisa berhasil. Tapi setelah melihat sendiri di Bakan, keyakinan kami muncul. Sekarang, kebun ini jadi harapan baru bagi keluarga kami,” tutur Rudi Sariambu, salah satu anggota kelompok.

Dalam waktu dekat, para anggota akan mengikuti pelatihan sambung pucuk bersama pakar kakao, Roni Kobandaha, yang selama ini membimbing petani di Bakan.

Baca Juga :  Dikaitkan Isu Narkoba, Rahman Salehe Justru Minta Seluruh Anggota DPRD Boltim Tes Urine

Harapan mereka sederhana tapi penuh makna: agar Kotabunan kelak dikenal sebagai sentra kakao, sekaligus memberi pilihan baru bagi masyarakat untuk mengembangkan ekonomi keluarga.

PT ASA sendiri menegaskan dukungannya.

“Kami percaya, keberadaan perusahaan harus memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Apa yang dilakukan Kelompok Tani Togulu Coklat ini menunjukkan bahwa semangat belajar dan kerja sama bisa membuka peluang baru,” ujar Head External Reginald Pontoh.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow