Pengurus KUD Laporkan Penambang Yang Masuk Wilayah IUP Nomontang

  • Whatsapp
ilustrasi-penambang-ilegal-pilaraktual
Foto: Ilustrasi Penambang Ilegal.

Boltim, PilarAktual.com – Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Nomontang Marlon R Lomboan didampingi sejumlah anggotanya melaporkan ke Polres bahwa ada sejumlah oknum penambang yang masuk yang melakukan aktifitas pertambangan diwilayah IUP KUD Nomintang yang berlokasi di Desa Lanud Kec. Modayag Kab. Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Tampa ijin.

Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Marlon saat bersua di Polres kamis (18/3), dimana pihak kami telah membuka laporan terkait penambangan ilegal yang masuk diwilayah IUP KUD Nomontang.

Bacaan Lainnya

Dimana dalam laporan tersebut, “ada sebanyak kurang lebih 30 orang yang melakukan aktifitas penambangan diwilayah IUP KUD yang notabene bukan anggota koperasi,” tuturnya.

Lanjutnya lagi, diantara oknum  tersebut ada beberapa yang menggunakan tromol dalam pengolahan material yang mengandung emas, sementara lainya menggunakan bak untuk merendam material yang mengandung emas.

Para penambang ini dilaporkan karena telah melakukan aktifitas pertambangan di IUP yang merupakan hak dari KUD nomontan seluas 215,3 ha tampa ijin yang sah dari KUD.  Sebab pemegang IUP yang sah adalah KUD Nomontang.

Berdasarkan informasi, kasus ini diketahui sudah pernah dilaporkan beberapa waktu lalu di Polda Sulut, namun dari Polda menyarankan agar sebaiknya kasus ini ditangani oleh Polres Boltim.

Selain itu juga kata Lomboan, ini menghilangkan pemikiran maupun tanggapan dari masyarakat khususnya Desa Lanud dan masyarakat umumnya maupun LSM pemerhati lingkungan bahwa sebenarnya di duga penyumbang L B3 (Limbah Bahan Beracun Berbahaya) dan pengguna B3 ( Bahan Beracun Berbahaya) berupa Mercury (Hg) atau masyarakat lokal menyebutnya air perak adalah mereka dan hal ini susah dikontrol.

 Masih kata Lomboan, padahal di semua lokasi atau tempat pengolahan sudah di tempel berupa kertas yang bertuliskan himbauan agar jangan membuang L B3 maupun penggunaan Hg dilokasi IUP tersebut.

Sementara kami (anggota KUD) dalam pengelolaan maupun pembuangan L B3 berupa Cianida  selalu dikontrol setiap waktu oleh pengurus KUD dan instansi terkait, sehingga sampai saat ini tidak ada satupun anggota KUD yang melanggar aturan tersebut.

Ini seperti pepatah mengatakan, “nila setitik bisa merusak susu Sebelanga,” mereka bukan anggota KUD yang melakukan aktifitas pertambangan di wilayah IUP diduga melakukan pembuangan L B3 sembarangan serta penggunaan B3, seluruh anggota KUD kena getahnya, ini kan sangat merugikan serta mencoreng nama baik KUD,” tandasnya.

Kasat Reskrim polres Boltim AKP. Edi Susanto melalui Kanit Tipidter Bripka Idam Karim membenarkan hal tersebut melalui selulernya Jumat (19/3), bahwa pengurus KUD  telah melaporkan beberapa oknum masyarakat setempat yang melakukan aktifitas dilokasi IUP KUD Nomontang.

“Dalam laporan tersebut ada beberapa oknum yang telah kadaluarsa uzinya serta ada yang sama sekali tak memiliki izin yang melakukan aktifitas pertambangan di IUP KUD Nomontang, Untuk saat ini kami dari polres akan menindaklanjuti atas laporan tersebut,” tegasnya.

Penulis: Rinto | Editor: Redaksi

Pos terkait