BoltimDaerah

Pemkab Boltim Gelar Pelatihan Manajemen Kasus dan Peningkatan Standar Layanan PA

329
×

Pemkab Boltim Gelar Pelatihan Manajemen Kasus dan Peningkatan Standar Layanan PA

Sebarkan artikel ini

PILARAKTUAL.COM, BOLTIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terus menseriusi penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di tahun 2022.

Keseriusan Pemkab Boltim tersebut dibuktikan dengan terselenggaranya kegiatan pelatihan manajemen kasus dan peningkatan standar layanan Perempuan dan Anak yang dibuka secara resmi Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si, di Hotel Sutanraja Kotamobagu, Senin (14/11/2022).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sachrul didapuk sebagai pemateri kegiatan yang diikuti oleh para peserta pelatihan yakni Aparat Penegak Hukum (APH), Kementerian Agama, Advokat, Psikolog, Camat serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Boltim.

Kepada para peserta, Sachrul pun menyampaikan, bahwa tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak tentunya merupakan isu yang tengah dihadapi oleh semua negara, termasuk Indonesia yang masih memiliki angka kasus kekerasan yang cukup tinggi.

Baca Juga :  Argo Sumaiku Minta OPD Serius Benahi Pengelolaan Aset Daerah Boltim

“Khusus Kabupaten Boltim, sampai dengan tahun 2022 tercatat ada 78 kasus, yang terdiri dari 16 kasus kekerasan pada perempuan, dan 62 kasus kekerasan terhadap anak. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan bagi kita semua,” kata Sachrul.

Sachrul mengungkapkan, jika menelisik dari berbagai kasus kekerasan yang sudah terjadi, diyakininya masih banyak kasus atau tindak kekerasan yang sudah terjadi namun belum dilaporkan.

“Perihal ini sudah pasti menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk segera menuntaskannya. Mengapa demikian ? Karena apabila dibiarkan, maka akan menjadi permasalahan yang pastinya akan berdampak pada pembangunan daerah,” terang Sachrul.

Sachrul berharap melalui kegiatan tersebut, akan mampu menjadi anak tangga bagi suksesnya penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Boltim, yang sudah pasti menjadi tanggungjawab bersama.

Baca Juga :  Bupati Oskar Manoppo Teken MoU dengan UNIMA, Beasiswa Kedokteran Didukung CSR PT ASA

“Untuk itu, hendaknya seluruh komponen terkait agar mampu memberikan pelayanan yang prima dan mensinergikan kegiatan penanganan kasus dengan sosialisasi pencegahan kekerasan di Kabupaten Boltim,” tukasnya.

Selain itu, sebagai wujud keseriusan dari berbagai stakeholder, Sachrul pun meminta agar semua lembaga terkait bisa menyamakan persepsi dalam penyelesaian kasus sehingga dapat memberikan efek jera kepada para pelaku kekerasan perempuan dan anak.

“Saya yakin ketika kita mampu bersinergi dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak saat ini, maka kedepan pasti akan ada penurunan kasus di Kabupaten Boltim,” tandas Sachrul.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya Wakil Ketua DPRD Boltim Muhammad Jabir, Wakil Ketua DPRD Boltim Medy Lensun, Anggota DPRD Boltim, Revy Lengkong, Sekretaris Daerah (Sekda) DR. Ir. Jefry Sonny Warokka, P.hD, Para asisten Pemkab Boltim, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Boltim, Moh. Ikhsan Pangala S.Pi, serta jajaran OPD terkait Pemkab Boltim. (Billy)

Baca Juga :  PT ASA Serahkan 20 Rumah Relokasi di Kotabunan, Warga Dapat Modal Usaha Rp 10 Juta

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow