Boltim, PilarAktual.com – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, menjadi momentum memperkuat nilai keagamaan, persatuan, dan peran santri dalam menghadapi tantangan zaman.
Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim, M. Iksan Pangalima, S.Pi., M.A.P., menghadiri kegiatan Tabligh Akbar, Doa, dan Dzikir Bersama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 1448 Hijriah/2026.
Dalam kegiatan tersebut, Iksan mewakili Bupati Boltim, Oskar Manoppo, S.E., M.M., sekaligus membacakan sambutan tertulis kepala daerah.
Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Nizamudin, Desa Candi Rejo, Rabu (21/10/2026) malam, mulai pukul 19.00 WITA.
Acara ini dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Boltim, staf khusus, perwakilan Kementerian Agama, pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), pimpinan pondok pesantren se-Sulawesi Utara, organisasi kemasyarakatan Islam, serta ratusan santri dan masyarakat.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan kesempatan untuk mengenang kontribusi para ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Peringatan setiap 22 Oktober berkaitan dengan Resolusi Jihad yang dicetuskan para ulama pada 22 Oktober 1945.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa sekaligus pengingat akan peran santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sejarah mencatat bahwa santri selalu berada di garda terdepan, mulai dari merebut kemerdekaan, mengisi kemerdekaan, hingga menjaga keutuhan NKRI sampai hari ini,” ujar Iksan saat membacakan sambutan Bupati.
Santri Didorong Menguasai Ilmu dan Teknologi
Selain meneladani perjuangan para pendahulu, santri diharapkan mampu mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman.
Bupati Oskar Manoppo melalui sambutannya mendorong para santri agar tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga menguasai sains, teknologi, dan keterampilan kewirausahaan.
Kemampuan tersebut dinilai penting agar lulusan pesantren dapat beradaptasi dengan perubahan zaman dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Santri juga diharapkan menjadi pelopor perdamaian, toleransi, dan moderasi beragama di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.
Pemerintah Kabupaten Boltim menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan pendidikan pesantren.
Dukungan terhadap pendidikan keagamaan diharapkan dapat melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Masyarakat Diingatkan Menjaga Persatuan
Dalam sambutan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh informasi provokatif maupun ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah kehidupan bermasyarakat.
Masyarakat diimbau mengedepankan klarifikasi atau tabayyun serta musyawarah ketika menghadapi perbedaan pendapat maupun menerima informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Teladanilah akhlak para guru dan kiai kita yang selalu mengedepankan tabayyun (klarifikasi) dan musyawarah,” tegas Iksan membacakan pesan Bupati.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, ditutup dengan penyampaian apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan acara.
Doa bersama turut dipanjatkan agar Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Provinsi Sulawesi Utara senantiasa diberi keberkahan, kedamaian, serta kemajuan.
Melalui momentum Hari Santri Nasional, Pemkab Boltim berharap semangat perjuangan, nilai keagamaan, dan persatuan terus terpelihara, sekaligus mendorong para santri menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
















