Mitra, PilarAktual.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Minanga Timur, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara terus menggenjot pembangunan infrastruktur sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperlancar aktivitas masyarakat.
Salah satu program prioritas yang kini direalisasikan adalah pembangunan drainase tertutup, yang dinilai penting untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendukung distribusi barang dan jasa di kawasan tersebut.
Menurut Hukum Tua Desa Minanga Timur, Frans Lontaan, seluruh program pembangunan tahun 2025 dilaksanakan secara bertahap melalui pemanfaatan Dana Desa.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah desa berupaya menjaga akuntabilitas dan pemerataan manfaat anggaran agar seluruh warga mampu merasakan dampak pembangunan secara langsung.
“Tugas kami adalah memastikan dana desa benar-benar memberikan manfaat. Infrastruktur menjadi prioritas karena berhubungan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari dan kenyamanan desa,” ujar Lontaan dalam keterangannya.
Ia didampingi Ketua BPD Sandra W.B Wojongan, SPd, serta Sekretaris Desa Juliando A. Supit, SP.
Realisasi Tahap I: Infrastruktur dan Layanan Dasar
Pada tahap pertama, yang berjalan sejak Januari hingga Juni 2025, pemerintah desa memfokuskan anggaran pada empat bidang prioritas:
Pembangunan penutup drainase.
Pengadaan lampu hias di trotoar jaga 1 untuk memperindah kawasan desa.
Penyaluran BLT Dana Desa tahap awal.
Pemberian makanan tambahan untuk Posyandu guna mendukung kesehatan ibu dan anak.
Lontaan menjelaskan bahwa pembangunan drainase tertutup merupakan kebutuhan mendesak untuk mengurangi genangan air saat musim hujan serta menunjang aktivitas ekonomi warga.
Sementara lampu hias dipasang untuk meningkatkan keamanan sekaligus menghadirkan wajah desa yang lebih rapi dan menarik.
Realisasi Tahap II: Pemberdayaan dan Ketahanan Pangan
Memasuki Juli hingga Desember, Desa Minanga Timur melanjutkan program pembangunan tahap kedua. Fokusnya meliputi:
Pengadaan CCTV sebagai bagian dari peningkatan keamanan lingkungan.
Penyaluran BLT Dana Desa lanjutan bagi keluarga miskin ekstrem.
Bantuan ketahanan pangan seperti ketapang, ternak bocil, padi sawah, serta bibit ikan mas dan nila.
Makanan tambahan untuk Posyandu.
Program energi alternatif berupa pemasangan solar cell.
Menurut Lontaan, program bantuan pangan dan energi alternatif dirancang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat serta memperluas sumber pendapatan keluarga.
Sementara CCTV dipasang untuk meningkatkan pengawasan lingkungan desa.
Penyaluran BLT dengan Sistem Musyawarah
Penetapan penerima BLT Dana Desa dilakukan melalui musyawarah bersama BPD, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Hanya warga dengan kategori miskin ekstrem yang masuk dalam daftar penerima.
BLT disalurkan sekaligus untuk enam bulan, dari Juli hingga Desember, dengan nominal Rp300.000 per bulan per KPM sehingga total bantuan mencapai Rp1.800.000 per keluarga.
“Kami ingin memastikan bantuan tepat sasaran. Karena itu setiap keputusan dilakukan melalui musyawarah terbuka. Harapan kami, bantuan dimanfaatkan dengan baik,” ujar Lontaan.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung seluruh program pembangunan desa.
“Pembangunan yang ada harus dijaga bersama. Dengan dukungan masyarakat, Minanga Timur bisa berkembang lebih cepat,” pungkasnya. (Advertorial)




















