Mitra, PilarAktual.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Minanga Timur, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, memfokuskan penggunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 pada pembangunan infrastruktur fisik yang bersifat mendesak dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan langsung oleh Hukum Tua (Kepala Desa) Minanga Timur, Frans Lontaan, yang menegaskan bahwa salah satu proyek prioritas adalah pembangunan penutup drainase di wilayah Jaga II.
“Pekerjaan drainase ini memiliki panjang 180 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 10 sentimeter. Volume pekerjaan mencapai 180 meter persegi. Ini bukan hanya soal fungsi, tetapi juga keindahan desa,” ujar Lontaan saat diwawancarai pada Senin (9/6/2025).
Proyek ini dialokasikan dari Dana Desa tahun 2025 dengan total anggaran sebesar Rp107.632.200. Lontaan menambahkan bahwa pembangunan dilakukan dengan pendekatan padat karya tunai, yakni melibatkan warga secara langsung dalam proses pengerjaan.
Sistem padat karya tunai yang digunakan memungkinkan warga menerima upah harian atau yang dikenal sebagai sistem “hok”.
Menurut Lontaan, sistem ini bukan hanya mempercepat penyelesaian proyek, tapi juga mendorong perputaran ekonomi di desa melalui keterlibatan aktif masyarakat.
“Kami mengedepankan transparansi dan partisipasi. Warga dilibatkan sejak perencanaan hingga pelaksanaan. Diharapkan pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu dan sesuai target,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, pembangunan penutup drainase ini diharapkan menjadi solusi nyata atas persoalan lingkungan dan akses transportasi lokal.
Saat musim hujan, saluran air terbuka sering menyebabkan genangan dan kerusakan jalan. Penutup drainase diyakini akan memperbaiki estetika sekaligus memperlancar mobilitas warga.
Lontaan juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Kalau sudah dibangun, masyarakat harus merasa memiliki. Perawatan rutin dan kesadaran untuk tidak merusak infrastruktur ini menjadi kunci,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Desa Minanga Timur masih membuka ruang musyawarah untuk menyerap aspirasi warga dalam menentukan prioritas penggunaan Dana Desa, termasuk pembangunan sarana lain yang menunjang kualitas hidup.
Pemerintah desa menargetkan agar pembangunan drainase ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan masyarakat desa dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata.
















