“Cengkih yang saya tanam sebanyak 30 pohon, dua puluhan pohon sudah berbuah,” kata Ade.
Dia bercerita, cengkihnya pertama kali panen pada 2019. Beratnya hanya 2 ons dan laku terjual senilai Rp 14.000. tahun 2020, panen cengkih ini naik dan menghasilkan Rp 400.000.
Tahun ini, pohon-pohon cengkihnya menghasilkan 18 kilogram cengkih kering dan terjual seharga Rp 1,8 juta.
“Lahan rumah ini ada 25×50 meter, karena cukup besar maka saya tanami cengkih. Alhamdulillah sudah ada hasilnya untuk tambahan pendapatan. Ada juga tanaman cabai,” akunya.
Dengan pendapatan baik dari gaji sebagai tenaga penyuluh kontrak Kemenag dan tenaga guru honor Pemkab Boltim, serta tambahan pendapatan dari hasil panen cengkih setiap tahun, Ade Irawan dan Maimuna mensyukurinya.
Mereka memegang prinsip untuk selalu bersyukur dalam segala kondisi yang dialami. (HM)
















