Kondisi Jalan Menuju Bukit Balukut
Di beberapa titik ketinggian, tampak terlihat lautan luas, Danau Motongkad dan desa-desa sekitar.
Di sisi kiri dan kanan jalan terhampar pepohonan cengkih produktif, pohon-pohon kelapa serta beberapa jenis tanaman bulanan seperti cabai dan jagung.
Para petani tampak sibuk mengurus tanaman. Sebagian lagi sedang mengayunkan parang memangkas rumput di sela-sela tanaman cengkih.
Tempat ini dihuni oleh puluhan warga yang merupakan bagian dari Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) sejak 2017.

Tiba di Bukit Balukut tim wartawan yang tergabung dari beberapa media ini menemui pasangan suami istri (Pasutri) yang sama-sama berprofesi sebagai guru.
Cerita keduanya sebagai tenaga pengajar di satu-satunya sekolah di bukit itu sudah lama terendus wartawan.
Namun baru Sabtu (16/10/2021), wartawan berhasil menemui keduanya.
Mereka adalah Ade Irawan dan Maimuna, masing-masing berusia 45 tahun.
Pasangan suami istri, Ade Irawan dan Maimuna, merupakan tenaga pengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MIS) Ma’rif Bukit Balukut.
Keduanya adalah warga transmigran asal Jakarta. Mereka masing-masing bergelar Sarjana Pendidikan Islam (SPdI), alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis.
Ade dan Maimuna sudah bermukim di Bukit Balukut sejak 2016.
















