Dengan begitu, Maimuna harus segera menyiapkan diri untuk pindah ke Kokapoy. Berat hatinya meninggalkan Bukit Balukut. Dia dan suami terlanjut ‘jatuh cinta’ dengan anak-anak di wilayah terpencil itu.
“Saya ingin tetap di sini (Bukit Balukut) tapi istri saya lulus P3K di Kokapoy. Di mana pun wilayah Kokapoy itu, kami bersyukur karena telah lulus P3K,” kata Ade.
DARI 2 ONS KE 18 KILOGRAM
Menjadi tenaga penyuluh kontrak dan guru kontrak, mereka jalani dengan tekun.
Ade dan Maimuna berusaha memaksimalkan seluruh pendapatan mereka dari gaji tersebut untuk kebutuhan hidup keluarga.
Ade Irawan dan Maimuna selalu bersyukur di segala kondisi yang mereka alami.
Sebagai tambahan pendapatan, Ade dan Maimuna memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk ditanami cengkih dan tanaman bulanan lainnya.
















