DaerahMaluku UtaraPemerintahan

Pabrik Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik Pertama Indonesia, Resmi Beroperasi di Maluku Utara

178
×

Pabrik Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik Pertama Indonesia, Resmi Beroperasi di Maluku Utara

Sebarkan artikel ini

LABUHA, PilarAktual.com – Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia yang memproduksi campuran padatan hidroksida dari nikel dan kobalt (Mixed Hydroxide Precipitate – MHP) resmi berproduksi di Kawasi Obi, Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara.

Pemurnian nikel dengan proses hidrometalurgi HPAL ini memiliki kapasitas produksi MHP sebesar 365 ribu ton per tahun dan merupakan bahan baku dasar baterai kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

Olenhya itu, Harita Group yang mengelola Kawasan Industri Pulau Obi merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), dan melalui Halmahera Persada Lygend telah memasuki fase produksi MHP. MHP merupakan produk antara dari proses pengolahan dan pemurnian nikel kadar rendah sebelum diproses lebih lanjut menjadi nikel sulfat dan kobalt sulfat.

Bahkan sambung dia, Saat ini Harita juga sedang mengembangkan fasilitas produksi lanjutan untuk menghasilkan nikel sulfat dan kobalt sulfat, yang merupakan material utama baterai kendaraan listrik.

“Halmahera Persada Lygend merupakan fasilitas pengolahan dan pemurnian bijih nikel kadar rendah (Limonite) dengan teknologi hydrometallurgy yang dikenal dengan High Pressure Acid Leach (HPAL). Konstruksi HPAL dimulai pada Agustus 2018 dan siap berproduksi secara komersial. Ini menjadi pabrik HPAL pertama di Indonesia,” Kata Stevi Thomas selaku Komisaris Utama Halmahera Persada Lygend dalam sambutannya. Rabu (23/6/2021)

Baca Juga :  Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian Dampingi Menko Pangan Zulhas Panen Padi di Sei Balai

Stevi menjelaskan, Pemurnian nikel kadar rendah dengan teknologi hidrometalurgi High Pressure Acid Leach (HPAL) oleh Harita Nickel merupakan proyek pionir di Indonesia yang menghasilkan bahan baku baterai kendaraan listrik. Beroperasinya proyek ini kembali menjadi komitmen Harita Group dalam mendukung amanat hilirisasi dan khususnya program pemerintah dalam

“Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan,” Ujranya.

Diketahui, Peresmian operasional pabrik ini dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Investasi/Kepala Badan Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba, Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik, serta sejumlah pejabat lainnya.

“Kita sangat bangga karena kita semua menjadi saksi sejarah berdirinya HPAL di Indonesia. Indonesia bisa membuktikan dirinya mampu. Ini akan menjadi pengembangan hilirisasi ke depan dan sangat mendukung industri kendaraan listrik.

Baca Juga :  Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda, Wabup Syafrizal Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba dan Judol

Selain kata dia, Pemerintah akan tetap mendukung program pengembangan HPAL di Indonesia.

” Karena Industri ini ikut berkontribusi untuk mewujudkan cita-cita dalam upaya penurunan kadar emisi dari penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil,” jelasnya.

Stevi Thomas pun mengungkapkan, kehadiran pabrik pemurnian nikel kadar rendah pertama di Indonesia ini yang juga sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Ini sangat bermanfaat untuk dapat peningkatan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah Halmahera selatan.

Foto peresmian operasional pabrik HPAL

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, Pemurnian nikel dengan teknologi hidrometalurgi HPAL dapat menghasilkan produk yang sangat bermanfaat dalam upaya mengurangi emisi. Hal ini sangat mendukung konservasi mineral, khususnya nikel.

Untuk itu, teknologi HPAL mampu mengolah nikel kadar rendah yang selama ini tidak diolah. Kini material nikel kadar rendah di Indonesia telah memiliki nilai tambah dan menjadi produk yang sangat strategis.

“Industri ini harus kita dukung bersama. Halmahera Persada Lygend adalah pabrik pertama bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia dan nantinya akan muncul di wilayah lainnya. Tidak kalah penting, industri ini akan menyerap lebih dari 20 ribu tenaga kerja nantinya serta pembangunan daerah akan lebih cepat, karena ini adalah aset bangsa, Kita harus lindungi. Namun lingkungan juga harus dijaga,” jelas Luhut yang didampingi Gubernur Malut.

Baca Juga :  Wakil Bupati Batu Bara Ajak PPIR Perkuat Sinergi dan Dukung Pembangunan Daerah

Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik mengungkapkan dengan sumber daya yang dimiliki, dan berkembangnya industri nikel di Halsel, akan membantu pembangunan daerah.

Usman juga berharap, perkembangan industri ini di dorong dengan percepatan pembangunan dan pengembangan industri lainnya.

Sekedar diketahui, Peresmian ini ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatangan prasasti oleh Menteri Luhut. Prosesi itu juga menandai ekspor perdana MHP dari Indonesia. Usai peresmian, para menteri berkeliling pabrik meninjau proses produksi HPAL, seperti ruang kontrol utama dan bagian produksi lainnya. (Red)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow