Boltim, PilarAktual.com – Di tengah semarak perayaan Lebaran Ketupat, Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, mengajak seluruh masyarakat untuk kembali merajut kebersamaan dan melupakan segala perbedaan, khususnya yang muncul selama proses politik Pilkada 2024.
Ajakan tersebut disampaikan Oskar saat menghadiri acara silaturahmi akbar di Masjid Nur Hidayah, Desa Kotabunan Selatan, Kecamatan Kotabunan, Selasa (15/4/2025).
Dalam kesempatan itu, suasana hangat penuh keakraban menyelimuti halaman masjid yang dipadati warga dari berbagai desa.
“Idul Fitri adalah momen saling memaafkan. Mari kita sambung kembali tali persaudaraan yang sempat terputus karena beda pilihan politik. Tanggalkan ego, satukan hati, mari kita bangun Boltim bersama,” ucap Oskar, disambut tepuk tangan warga.
Perayaan Lebaran Ketupat tahun ini tak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga momentum penyembuhan sosial pascapestademokrasi.
Oskar Manoppo menekankan bahwa pembangunan tak akan berjalan tanpa persatuan dan kepercayaan antar warga.
“Perbedaan itu biasa, tapi persatuan itu pilihan. Jangan biarkan luka politik memisahkan kita terlalu lama,” ujarnya.
Didampingi Wakil Bupati Argo V Sumaiku, Oskar turut melakukan safari Lebaran Ketupat ke hampir seluruh desa.
Mereka hadir langsung di tengah-tengah masyarakat, bersalaman, menyantap hidangan khas Lebaran, dan berdialog ringan dengan warga.
Hal ini mendapat respon positif dari masyarakat yang merasa diperhatikan dan dihargai.
“Kami bangga punya pemimpin yang tidak hanya hadir saat kampanye, tapi terus bersama rakyat di saat suka dan duka,” ungkap Insan, warga Kotabunan yang sejak pagi menunggu kedatangan pemimpin daerahnya.
Wajah-wajah sumringah terlihat di mana-mana. Anak-anak tertawa riang, para ibu menyuguhkan ketupat dan opor ayam, sementara para pemuda duduk berdiskusi ringan bersama pejabat daerah.
Semua larut dalam suasana yang mencair dan penuh harapan baru.
Lebaran Ketupat, yang dikenal sebagai lanjutan silaturahmi pasca Idul Fitri, memang menjadi ruang penting untuk menyembuhkan perpecahan kecil dalam masyarakat.
Di tangan para pemimpin yang hadir dengan hati, momentum ini bisa menjadi titik balik menuju Boltim yang lebih solid dan harmonis.
“Jangan lagi bicara soal kubu ini atau itu. Hari ini, kita semua adalah keluarga besar Boltim,” tegas Oskar, menutup sambutannya.
Dengan semangat kebersamaan, Oskar berharap seluruh warga kembali fokus pada hal-hal besar yang bisa dicapai bersama, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kesejahteraan.
















