Religi

Makna Filosofi Kotoran Kucing

2222
×

Makna Filosofi Kotoran Kucing

Sebarkan artikel ini
kucing

PilarAktual.com – Kucing adalah hewan yang akrab dengan kehidupan manusia sehari-hari. Kehidupan kucing yang dekat dengan manusia menjadikannya hewan yang banyak diperhatikan baik dari perilaku hingga kebiasaan-kebiasaan seperti makan, bermain dan buang kotoran.

Ya, kotoran kucing termasuk cerminan tidak hanya watak namun juga eksistensi sampai terdapat makna yang hubungannya erat dengan manusia.

Watak dimaksud adalah kebiasaan yang dilakukan hewan lucu ini secara terus-menerus yang membentuk karakter khas kucing.

Begitu pun eksistensi dan hubungannya dengan kehidupan manusia dimaksud adalah terdapat makna khususnya terkait kotoran termasuk cara dan tempatnya.

Sebuah artikel yang mengangkat tema tentang kehidupan kucing mengungkapkan bahwa kucing termasuk hewan di antaranya bagaimana kucing mati yaitu cenderung bersembunyi dan menjauh dari manusia termasuk pemiliknya jika dia termasuk peliharaan.

Meski begitu, penulis pribadi pernah mendapati pengalaman berbeda dan justru sebaliknya.

Sebagai perbandingan, penulis pernah mengalami pengalaman unik yaitu suatu ketika seekor kucing yang biasa hidup di tengah-tengah keluarga kami berjalan tertatih dan sempoyongan menuju kamar penulis, namun sebelum masuk ke dalam kamar, si kucing menemui masa sekaratnya tepat di depan pintu kamar.

Kembali kepada topik pembahasan, jika saja dilihat bagamana kucing saat melakukan buang air besar dan memperlakukan kotorannya setelah itu sangat maknawi.

Setiap kucing akan melakukan penggalian tempat di mana ia akan melakukannya, hingga kemudian selesai ia akan menguburkannya.

Setiap kucing menggunakan kedua tangannya untuk menggali lubang kemudian juga menguburnya.

Dalam hemat penulis, perilaku ini bukan semata tindakan kerapihan, namun menunjukkan suatu sikap.

Setiap kucing yang hidup khususnya di lingkungan manusia akan makan dari apa yang ada pada manusia khususnya daging-dagingan seperti ikan. Kemudian membuangnya sebagai kotoran.

Kucing sebagai di antara peliharaan orang-orang yang penuh kemuliaan seperti Nabi Muhammad dan ada juga Sahabat seperti Abdurrahman yang terkenal dengan hadits-haditsnya ini kemudian dijuluki Abu Hurairah yang berarti Bapak kucing lantaran kebiasaannya memelihara kucing.

Kucing biasa makan bersama-sama dengan manusia, baik di hadapan atau membelakangi manusia namun intinya sering dengan manusia.

Tidak jarang apa yang dimakan manusia juga adalah yang dimakan kucing.

Dimana, perilaku kucing makan dan membuang kotoran menunjukkan suatu makna, artinya bukan tanpa maksud atau semata sia-sia belaka, tidak, “Allahu a’lam!”

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow