LAKRI dan LAKI Boltim Pertanyakan Penanganan Kasus BUMDes Kotsel Jaya

  • Whatsapp

PilarAktual.com, Boltim – Kasus dugaan korupsi BUMDes Kotsel Jaya oleh oknum-oknum pengurus, sudah 18 bulan ditangani Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Sejak dilaporkan pada April 2020, belum ada penetapan tersangka dibalik kasus yang diperkirakan telah merugikan negara senilai lebih dari Rp 100 juta tersebut.

Bacaan Lainnya

Padahal, sejumlah alat bukti telah diserahkan oleh warga pelapor ke penyidik Polres Boltim.

Termasuk bukti pengakuan tertulis oknum sekretaris BUMDes Kotsel Jaya, berinisial MD, bahwa dirinya sebagai pelaku yang menggelapkan anggaran BUMDes di rekening Bank SulutGo (BSG) dengan cara beberapa kali memalsukan tandatangan Ketua BUMDes 2019, Jugreli Tabea.

Jugreli sendiri sebelumnya telah melaporkan kasus pemalsuan tandatangannya ke Polsek Urban Kotabunan, namun penanganan kasus itu pun tanpa kabar sama sekali.

“Bukti-bukti yang diserahkan menurut kami sudah maksimal, kami turut menyayangkan lambannya penyelidikan kasus dugaan korupsi BUMDes tersebut,” ujar Andy J Riyadhy, Direktur Dewan Pimpinan Nasional LAKRI, Senin (4/10/2021).

Ismail Mokodompit selaku Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Boltim memberikan sindiran ke Polres Boltim atas penanganan kasus yang sudah lebih dari setahun itu.

“Selamat Ultah yang ke-18 bulan penanganan kasus BUMDes Kotsel Jaya di Polres Boltim. Kami doakan, Polres lebih presisi dalam penanganan kasus korupsi,” ketus Ismail.

Kasat Reskrim Polres Boltim AKP Syahroni Rasyid ketika dikonfirmasi wartawan tak memberi banyak tanggapan.

“Saya cek dulu (perkembangan kasusnya di penyidik),” tulis AKP Syahroni dikonformasi via WhatsApp, (dikutip dari SeputarBoltim.com).

Sekedar diketahui, kasus ini sudah melewati dua kali pergantian Kasat Reskrim. Mulai dari AKP M Yugo, AKP Edi Susanto, hingga saat ini AKP Syahroni Rasyid. (HM)

Pos terkait