DEPOK, PilarAktual.com – Upaya memperkuat pertahanan digital daerah mendapat pengakuan nasional. Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Kabupaten Batu Bara resmi dikukuhkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama 58 tim lainnya dari seluruh Indonesia, Selasa (6/10/2026).
Pengukuhan dilakukan langsung Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi di Depok, Jawa Barat. Dari Batu Bara, hadir mewakili Bupati Dr. H. Baharuddin Siagian, yakni Kepala Dinas Kominfo Elpandi, S.Ag., M.H., didampingi Sekretaris Diskominfo Hamdan dan Kabid Persandian Zulfan Suri.
Dalam arahannya, Kepala BSSN menegaskan keamanan siber adalah fondasi utama transformasi digital nasional. Pemerintahan digital, kata dia, harus dibangun secara aman, terpercaya, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Hal ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden mengenai pemerintahan incorporated, digitalisasi, dan karakter ancaman siber yang terus berkembang,” ujar Nugroho.
Ia juga meminta setiap TTIS untuk memetakan aset digital secara menyeluruh, termasuk risiko dan potensi ancamannya, agar respons terhadap serangan siber bisa cepat dan tepat.
Pengukuhan kali ini meliputi 59 TTIS yang terdiri dari kementerian, pemerintah daerah, sektor kesehatan, dan pendidikan. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap instansi memiliki tim tanggap insiden siber sendiri atau CSIRT.
Bagi Kabupaten Batu Bara, momentum ini menjadi tonggak penting. Pada kesempatan yang sama, Pemkab Batu Bara menerima Sertifikat Tanda Register Batubarakab-CSIRT sebagai bukti kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman digital.
Dengan dikukuhkannya tim ini, TTIS Batu Bara diharapkan semakin sigap menjaga sistem pemerintahan digital agar tetap aman, handal, dan terpercaya, sejalan dengan visi menghadirkan layanan publik yang tidak lagi membuat rakyat antre berjam-jam, melainkan pemerintah yang hadir melalui teknologi.
















