MitraPemerintahanPeristiwa

KPK RI Monitoring Kabupaten Antikorupsi, Ronald Kandoli Tegaskan Komitmen Bersih dari Korupsi

585
×

KPK RI Monitoring Kabupaten Antikorupsi, Ronald Kandoli Tegaskan Komitmen Bersih dari Korupsi

Sebarkan artikel ini
KPK RI Monitoring Kabupaten Antikorupsi, Ronald Kandoli Tegaskan Komitmen Bersih dari Korupsi

Mitra, PilarAkatual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) kembali menegaskan perannya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Usai melaksanakan bimbingan teknis penilaian capaian Kabupaten dan Desa Antikorupsi pada April lalu, KPK melalui Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat, Andhika Widiarto, bersama tim turun langsung melakukan monitoring di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Minahasa Tenggara pada Rabu (20/8/2025) itu menjadi momentum penting untuk menilai sejauh mana capaian indikator yang telah ditetapkan menuju status Wilayah Antikorupsi.

Dalam agenda monitoring tersebut, tim KPK RI menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja pemerintah daerah maupun desa.

Langkah ini tidak hanya untuk menilai pemenuhan indikator formal, tetapi juga memastikan penerapan prinsip transparansi, integritas, serta akuntabilitas benar-benar berjalan di lapangan.

Baca Juga :  Nasib Keluarga Penambang Dipertaruhkan, Bupati Oskar Manoppo Tempuh Jalan Penciutan WIUP PT ASA

“Kegiatan monitoring ini menjadi bagian dari upaya KPK memastikan bahwa komitmen yang sudah dicanangkan tidak berhenti di tataran wacana, tetapi benar-benar terimplementasi dalam praktik pemerintahan sehari-hari,” jelas Andhika Widiarto.

Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kehadiran tim KPK.

Menurutnya, kedatangan KPK merupakan bentuk perhatian sekaligus dorongan besar bagi pemerintah daerah untuk semakin konsisten dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih.

“Kehadiran KPK RI di Kabupaten Minahasa Tenggara merupakan suatu kehormatan besar sekaligus kesempatan berharga untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi,” ujar Kandoli.

Baca Juga :  HAORNAS ke-43, Pemkab Mitra Gelar Apel Akbar dan Jalan Sehat di Pantai Lakban

Lebih jauh, Kandoli menegaskan keseriusan Pemkab Mitra dalam menjadikan budaya antikorupsi sebagai bagian tak terpisahkan dari kerja birokrasi.

“Kami siap bersinergi dengan KPK RI serta seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya antikorupsi, baik di tingkat pemerintah daerah maupun desa,” tegasnya.

Langkah yang ditempuh Pemkab Mitra dinilai sebagai strategi untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah.

Budaya antikorupsi diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga menjadi sikap nyata yang tertanam pada setiap aparatur sipil negara (ASN) hingga perangkat desa.

Pemerintah pusat, melalui KPK, juga mendorong agar keterlibatan masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan semakin ditingkatkan.

Sebab, partisipasi publik menjadi salah satu pilar utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari praktik korupsi.

Baca Juga :  Bupati Ronald Kandoli Lantik 13 Pejabat Pemkab Mitra, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN

Kegiatan monitoring tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Fredy Tuda, Sekretaris Daerah, para asisten, serta pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemkab.

Kehadiran mereka mencerminkan dukungan penuh jajaran pemerintahan untuk mendukung agenda nasional menuju pemerintahan daerah yang bebas korupsi.

Melalui langkah konsisten ini, Kabupaten Minahasa Tenggara berharap dapat menjadi contoh daerah yang tidak hanya berkomitmen secara formal, tetapi juga benar-benar menerapkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow