Kalbar

Kapolresta Pontianak Gandeng Guru Lawan Ideologi Ekstrem

167
×

Kapolresta Pontianak Gandeng Guru Lawan Ideologi Ekstrem

Sebarkan artikel ini

Pontianak, PilarAktual.Com – Kapolresta Pontianak membuka secara resmi seminar pemahaman mendalam kepada para guru terkait ciri-ciri, bentuk penyebaran, serta dampak ideologi ekstrem Neo Nazi dan White Supremacy. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Hadari Nawawi Universitas PGRI Pontianak, Jalan Ampera, Rabu (11/2).

Dalam sambutannya, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa upaya pencegahan penyebaran ideologi ekstrem harus dimulai sejak dini, khususnya melalui lingkungan pendidikan. Guru memiliki peran yang sangat strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan dan figur yang memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir serta karakter peserta didik.

“Guru adalah garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda. Dengan pemahaman yang baik tentang ideologi ekstrem, guru dapat memberikan edukasi, contoh, serta melakukan deteksi dini terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang dapat merusak persatuan dan nilai kebangsaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Operasi Patuh Kapuas 2026 Dimulai, Polres Kubu Raya Kedepankan Edukasi Bukan Sekadar Tilang

Kapolresta juga menyampaikan bahwa ideologi ekstrem seperti Neo Nazi dan White Supremacy dapat menyusup melalui berbagai media, termasuk media sosial dan ruang digital. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan serta literasi digital yang kuat di kalangan pendidik.

Kegiatan seminar ini dihadiri oleh Rektor Universitas PGRI Pontianak, perwakilan Densus 88 Anti Teror Wilayah Kalimantan Barat, perwakilan Pemerintah Kota Pontianak, serta para guru yang berasal dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Sebagai bentuk apresiasi atas peran dan dukungan dunia pendidikan dalam upaya pencegahan paham radikal dan ekstrem, pada kesempatan tersebut Kapolresta Pontianak turut menyerahkan piagam penghargaan kepada PGRI Kota Pontianak. Pemberian piagam ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan insan pendidikan dalam menjaga generasi muda dari pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai Pancasila.

Baca Juga :  Kapolresta Pontianak Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kapolsek Pelabuhan Dwikora

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Kapolresta Pontianak, unsur pimpinan Universitas PGRI Pontianak, perwakilan Densus 88 Anti Teror, Pemerintah Kota Pontianak, serta para guru peserta seminar.

Melalui seminar ini, diharapkan para guru memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai bahaya ideologi ekstrem serta mampu menjadi agen pencegahan di lingkungan sekolah dan masyarakat, guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Mia/Polresta Pontianak)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow