Boltim, PilarAktual.com – Suasana haru menyelimuti Desa Kotabunan Barat, Kecamatan Kotabunan, Sabtu (1/11/2025).
Di tengah sisa-sisa puing kebakaran yang melahap rumah warga beberapa waktu lalu, kini berdiri harapan baru.
Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Oskar Manoppo turun langsung meletakkan batu pertama pembangunan rumah bagi korban kebakaran.
Langkah itu menjadi simbol nyata bahwa pemerintah tidak sekadar hadir di atas kertas, tapi benar-benar di lapangan, bersama rakyatnya yang sedang berduka.
“Musibah ini berat, tapi kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri. Pemerintah hadir bukan hanya memberi bantuan, tapi membangun kembali kehidupan,” ujar Oskar dengan nada tegas namun hangat.
Warga yang menjadi korban tampak meneteskan air mata saat prosesi peletakan batu pertama dilakukan.
Bagi mereka, momen itu bukan sekadar pembangunan rumah melainkan kebangkitan dari kehilangan.
“Kami pikir tak ada lagi harapan. Tapi hari ini, Bupati datang sendiri dan membantu kami. Terima kasih, Pak Oskar,” ucap salah satu warga yang rumahnya terbakar.
Bupati Oskar Manoppo menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan setiap warga yang tertimpa musibah mendapat perhatian dan penanganan cepat.
Ia juga mengapresiasi aparat desa, kecamatan, hingga relawan yang bahu-membahu membantu sejak awal kejadian.
“Gotong royong inilah kekuatan kita di Boltim. Kalau satu susah, yang lain datang membantu. Semangat ini yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Boltim menargetkan pembangunan rumah bantuan ini selesai dalam waktu singkat agar warga dapat segera kembali beraktivitas dengan nyaman.
Selain hunian, bantuan logistik dan pendampingan sosial juga disiapkan untuk meringankan beban korban.
Langkah cepat pemerintah daerah ini menuai apresiasi dari masyarakat luas.
Banyak pihak menilai kepemimpinan Oskar Manoppo mencerminkan gaya pemimpin yang responsif, humanis, dan tidak berjarak dengan rakyatnya.
Musibah kebakaran di Kotabunan Barat beberapa waktu lalu memang meninggalkan luka mendalam.
Namun berkat kepedulian berbagai pihak, terutama peran aktif pemerintah, luka itu perlahan berubah menjadi semangat baru.
Kini, di atas lahan yang dulu menjadi abu, berdiri fondasi-fondasi baru: fondasi harapan, solidaritas, dan kepedulian.
Sebuah bukti bahwa ketika pemimpin dan rakyat bergerak bersama, tidak ada duka yang tak bisa disembuhkan.
















