BoltimPeristiwa

Edukasi Antikorupsi Masuk Posyandu, TP-PKK dan TP Posyandu Dampingi Sosialisasi WBK-SMAP

170
×

Edukasi Antikorupsi Masuk Posyandu, TP-PKK dan TP Posyandu Dampingi Sosialisasi WBK-SMAP

Sebarkan artikel ini
Edukasi Antikorupsi Masuk Posyandu, TP-PKK dan TP Posyandu Dampingi Sosialisasi WBK-SMAP

Boltim, PilarAktual.com – Edukasi tentang pencegahan korupsi tak selalu harus berlangsung di ruang rapat atau gedung pemerintahan.

Di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pesan tentang integritas justru dibawa lebih dekat ke masyarakat melalui Posyandu.

Hal itu terlihat dalam kegiatan sosialisasi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang digelar Pengadilan Agama Tutuyan di Balai Posyandu Desa Tombolikat.

Kegiatan tersebut turut didampingi pengurus TP-PKK Kabupaten Bolaang Mongondow Timur bersama TP Posyandu.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam memberikan edukasi sekaligus pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kepala Pengadilan Agama Tutuyan, Nur Afni Katili, mengatakan sosialisasi WBK dan SMAP menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkenalkan pentingnya integritas kepada masyarakat.

Menurutnya, upaya membangun pelayanan publik yang bersih, transparan dan bebas dari praktik penyuapan membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat sebagai penerima layanan.

ā€œEdukasi mengenai integritas dan pencegahan korupsi perlu terus didekatkan kepada masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun pemahaman bersama bahwa pelayanan publik yang bersih dan transparan merupakan tanggung jawab kita semua,ā€ ujar Nur Afni Katili.

Baca Juga :  Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI, Bupati Oskar Manoppo Tegaskan Pentingnya Sinergi TNI dan Pemda

Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi dengan TP-PKK dan TP Posyandu menjadi langkah positif untuk memperluas jangkauan edukasi.

Menurutnya, Posyandu merupakan ruang yang dekat dengan masyarakat sehingga dapat menjadi sarana strategis untuk menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan pelayanan publik dan kepentingan masyarakat.

ā€œKami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut. Tidak hanya dalam sosialisasi WBK dan SMAP, tetapi juga melalui kegiatan lain yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,ā€ katanya.

Melalui kegiatan itu, masyarakat diperkenalkan pada pentingnya membangun pelayanan publik yang bersih, transparan dan berintegritas.

Edukasi juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mencegah praktik korupsi maupun penyuapan dalam pelayanan publik.

Menariknya, sosialisasi tersebut berlangsung bersamaan dengan kegiatan pelayanan Posyandu Desa Tombolikat.

Baca Juga :  Dua Wakil Boltim Raih Prestasi di Ajang Putra-Putri Literasi Sulut 2026

Warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan Posyandu tidak hanya memperoleh layanan yang dibutuhkan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya ikut mendukung terciptanya pelayanan publik yang bebas dari korupsi.

Pendekatan tersebut membuat edukasi mengenai integritas hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Pesan antikorupsi tidak hanya disampaikan melalui forum formal, tetapi juga masuk ke ruang pelayanan yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari.

Kegiatan semakin bermakna dengan adanya aksi sosial berupa pembagian 40 paket sembako kepada warga rentan dan berisiko yang hadir di Posyandu Desa Tombolikat.

Pembagian bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Di sisi lain, kegiatan ini menunjukkan bahwa Posyandu dapat menjadi ruang yang memiliki fungsi lebih luas, mulai dari pelayanan, edukasi hingga penguatan kepedulian sosial.

Pengurus TP-PKK dan TP Posyandu turut mendampingi rangkaian kegiatan tersebut.

Sinergi bersama Pengadilan Agama Tutuyan diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat.

Baca Juga :  Hadiri Haul Habib Abubakar ke-20 di Nuangan, Bupati Oskar Manoppo Sampaikan Pesan Ini untuk Warga Boltim

Ketua TP-PKK Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Ny. Rosita Manoppo Pobela, terus mendorong agar Posyandu menjadi ruang pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat.

Posyandu tidak hanya dipandang sebagai tempat memperoleh pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk memperkuat edukasi, kepedulian dan pemberdayaan keluarga.

Kolaborasi yang terbangun di Desa Tombolikat menjadi salah satu gambaran bagaimana berbagai pihak dapat mengambil peran dalam menghadirkan pelayanan masyarakat secara lebih menyeluruh.

Ketika edukasi antikorupsi berjalan berdampingan dengan pelayanan Posyandu dan aksi sosial, masyarakat mendapatkan lebih dari sekadar layanan.

Mereka juga memperoleh pengetahuan serta dorongan untuk ikut menciptakan lingkungan pelayanan publik yang berintegritas.

Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun pelayanan yang dekat dengan masyarakat.

Dari Posyandu Tombolikat, pesan integritas disampaikan. Dari kolaborasi, kepedulian kepada masyarakat diperkuat.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow