Mitra, PilarAktual.com – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) nomor urut 3, Djein Leonora Rende (DLR) dan Ascke Alexander Benu (AAB), menunjukkan sikap profesional dan tenang dalam menghadapi debat kedua Pilkada Mitra yang berlangsung kemarin.
Meskipun sempat mendapat beberapa pertanyaan yang dinilai kurang relevan dengan tema debat, pasangan ini tetap tidak kehilangan fokus.
Djein Leonora Rende, atau yang akrab disapa DLR, dalam wawancaranya dengan PilarAktual.com menyatakan bahwa mereka tetap percaya diri dan fokus pada visi serta misi yang mereka bawa untuk masyarakat Mitra.
“Meskipun ada beberapa pertanyaan yang menurut kami kurang relevan, kami tidak merasa terintimidasi,” kata DLR.

“Kami tenang dan tetap berkomitmen untuk menyampaikan gagasan yang jelas bagi masa depan daerah ini.”
Dalam pandangannya, debat adalah momentum penting untuk menunjukkan komitmen membangun Mitra.
“Ini bukan soal siapa yang lebih unggul dalam menjawab, tapi soal siapa yang benar-benar memahami kebutuhan masyarakat Mitra dan memiliki visi yang tepat,” tegasnya penuh percaya diri.
Ascke Alexander Benu juga menyampaikan hal serupa.
Menurutnya, mereka bersyukur bisa menjaga ketenangan dan fokus, meski beberapa pertanyaan yang dihadapkan pada mereka dianggap tidak sesuai dengan konteks yang seharusnya.
“Masyarakat Mitra sudah pintar dalam memilih, mereka tidak ingin terjebak dalam permainan politik yang kurang produktif,” ungkap Benu.
Pasangan calon ini pun menegaskan kembali visi mereka untuk mengutamakan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Mitra melalui program-program yang terukur dan konkret.
Dengan tetap menjaga ketenangan dan semangat, DLR dan AAB berharap dapat menginspirasi masyarakat Mitra dalam memilih pemimpin yang berkomitmen untuk pembangunan berkelanjutan.
Dengan profesionalisme yang mereka tunjukkan, DLR dan AAB semakin optimis bahwa masyarakat Mitra dapat melihat komitmen yang mereka miliki dan memilih mereka untuk membawa perubahan positif bagi Kabupaten Mitra.
















