Hukum & KriminalLabuhanbatuSumatra Utara

Diskusi Menyuarakan Konflik Agraria Dan Pelanggaran HAM Pada Situasi Pemilu 2024

486
×

Diskusi Menyuarakan Konflik Agraria Dan Pelanggaran HAM Pada Situasi Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini

Labuhanbatu, Pilaraktual.Com- KontraS Sumatera Utara membuat diskusi dengan tajuk, Menyuarakan Kondisi Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM pada situasi Pemilu 2024,(22/1/23).

Diskusi Dan Konsolidasi Situasi Pemilu 2024 tersebut berlangsung di Salah satu Cafe yang ada di Kota Rantauprapat itu diikuti oleh anak-anak muda terutama organisasi mahasiswa yang konsen dalam pendampingan kasus-kasus agraria.

Menurut Rahmat Muhamad Koordinator KontraS Sumut tujuan dari diskusi ini adalah untuk menyuarakan ketidak Adilan yang dialami oleh masyarakat terdampak konflik untuk speak-up pada situasi pemilu.
“Tujuanya agar suara mereka tidak hanya sebagai ladang suara untuk melanggengkan para kontestan pemilu, tetapi juga punya imbal balik untuk menyelesaikan masalah mereka ketika kontestan pemilu terpilih menjabat.”

Dalam diskusi itu Rahmat menerangkan bahwa kondisi konflik agraria di Sumut sulit terurai, dan sudah berlangsung lama. Sepanjang 2023 misalnya terdapat 30 kasus yang terjadi, begitu di tahun sebelumnya terdapat 44 kasus konflik. Kondisi itu sulit terurai karena tidak adanya komitmen yang tegas dari pemangku kebijakan daerah baik legislatif maupun eksekutif.
“Konflik agararia di Sumut sudah berlangsung lama dan sulit terurai”,ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Maya Hasmita Ajak IDI Labuhanbatu Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Muhamad juga menerangkan betapa rumitnya Advokasi kasus konflik agraria, baik dari segi hukum maupun upaya politisnya, jadi memang gerakan ini agar ada wakil-wakil yang kita gaungkan untuk kalau kita ketemu dengan wakil kita untuk mengadukan kondisi masyarakat menjadi mudah.

Selain itu, Diskusi ini juga diisi oleh Hamdani Hasibuan sebagai Ketua GMNI Cabang Labuhan Batu yang memang konsen dalam advokasi konflik agraria.

Hamdani menyampaikan bahwa ada banyak kasus di Labuhan baru yang sulit terselesaikan karena pintu penyelesaian yang rumit, salah hal itu terjadi karena pintu-pintu kebijakan yang ada memang sulit ditembus. Selain itu upaya hukum juga tidak memberikan ruang kepastian yang ada hanya pintu masuk menuju kegagalan, permasalah konflik juga diperparah dengan apatisme pemuda untuk turun dalam isu ini, sehingga kekuatan advokasinya menjadi lemah.”Banyak kasus di Labuhan baru yang sulit terselesaikan karena pintu penyelesaian yang rumit,”tegas Hamdani.

Baca Juga :  Aplikasi SRIKANDI Jadi Fokus, Kantah Labuhanbatu Dorong Administrasi yang Efektif dan Akuntabel

Ketua GMN juga mengatakan kehadiran KontraS menjadi penting untuk mengkonsolidasi gerakan pemuda, agar kita yang berada didaerah ini bisa terhubung dalam advokasi sehingga menjadi kesatuan yang lebih besar.”KontraS menjadi penting untuk mengkonsolidasi gerakan pemuda.”tuturnya.

Selanjutnya, Syukron Arjuna sebagai akademisi dari Universitas Labuhanbatu Utara banyak menyoroti persoalan keterangan kerjaan yang banyak mengalami diskriminasi dan pelanggaran Hak-hak yang dialami oleh para buruh.

Sebagai Akademisi syukron mengatakan Buruh belum hidup layak, karena ada banyak kebutuhan mereka yang tidak terpenuhi dengan gaji yang ada saat ini, kekhawatiran mereka juga semakin besar ketika kebijakan yang dihadirkan justru tidak memberikan kepastian, semisalnya adalah dengan di adanya Undang-Undang Cipta Kerja yang justru berdampak negatif bagi buruh.
“Buruh belum hidup layak, karena ada banyak kebutuhan mereka yang tidak terpenuhi dengan gaji yang ada saat ini”,pungkasnya.

Baca Juga :  Wakapolres Mitra Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Empati

Diskusi ini berjalan dinamis dengan tanya jawab yang disampaikan oleh peserta diskusi dan ditutup dengan lantunan musik perlawananan yang digaungkan oleh Bang Rudi dengan lagu yang berjudul Tanah.(erni)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow