Mitra, PilarAktual.com – Suasana khidmat menyelimuti Soekarno Legislative Hall, Senin (15/9/2025), ketika Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) Ronald Kandoli secara resmi mengukuhkan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Desa Bersatu Kabupaten Mitra.
Momen ini menjadi tonggak baru bagi organisasi Desa Bersatu dalam memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah.
Pengukuhan diawali dengan prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD Desa Bersatu Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Stefanus B.A.N Liow, MAP.
Dalam acara itu hadir sejumlah pejabat penting, di antaranya Ketua DPRD Mitra Sophia Antou, SE, Wakil Bupati Fredy Tuda, anggota DPRD Mitra, pejabat tinggi pratama, para camat, hingga para hukum tua dari seluruh desa di Minahasa Tenggara.
Dalam pelantikan tersebut, ditetapkan Capt. Remly Kandoli, M.Mar sebagai Ketua DPD Desa Bersatu Mitra, Simon Aling sebagai Sekretaris, dan Jonas Abuno sebagai Bendahara.
Tiga nama ini dipercaya untuk memimpin dan menggerakkan roda organisasi yang akan berfokus pada pemberdayaan desa dan masyarakatnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ronald Kandoli menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan organisasi Desa Bersatu.
Menurutnya, desa merupakan ujung tombak pembangunan, sehingga peran Desa Bersatu sangat strategis dalam mengakselerasi kemajuan Mitra.
“Desa Bersatu adalah mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan. Dengan kepengurusan yang baru ini, saya berharap lahir ide-ide inovatif untuk kemajuan desa,” ujar Ronald Kandoli.
Ia menambahkan, pemerintah daerah siap mendukung program yang digagas Desa Bersatu, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, penguatan ekonomi lokal, serta pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD Desa Bersatu Provinsi Sulut, Stefanus Liow, menyampaikan optimismenya terhadap pengurus baru.
Ia menekankan pentingnya kesinambungan program agar Desa Bersatu tidak hanya sekadar organisasi, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan desa.
“Saya berharap kepengurusan yang baru ini dapat mengembangkan program-program pemberdayaan masyarakat desa secara berkesinambungan. Desa Bersatu harus mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam era digitalisasi dan globalisasi,” tutur Stefanus.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama serta penandatanganan komitmen bersama.
Aksi simbolis ini menegaskan tekad seluruh jajaran Desa Bersatu dan pemerintah daerah untuk memperkuat gerakan membangun desa-desa di Minahasa Tenggara.
Para peserta acara, mulai dari pejabat, camat, hingga hukum tua, menyatakan dukungannya terhadap gerakan ini.
Kehadiran Desa Bersatu diharapkan dapat memberikan warna baru dalam pola pembangunan di Mitra, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Desa Bersatu lahir dari semangat kebersamaan dan gotong royong.
Organisasi ini bertujuan memperkuat koordinasi antar desa, memperjuangkan kepentingan masyarakat desa, serta mendorong lahirnya inovasi pembangunan berbasis lokal.
Dengan adanya kepengurusan baru, Desa Bersatu Mitra diharapkan mampu melahirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Mulai dari pengembangan ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi digital, hingga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat desa.
Acara pengukuhan ini pun menjadi catatan penting dalam perjalanan pembangunan daerah.
Dengan dukungan penuh dari Bupati, DPRD, serta pemerintah provinsi, gerakan Desa Bersatu diyakini akan semakin solid dalam membawa perubahan positif bagi desa-desa di Minahasa Tenggara.
















