Manado, PilarAktual.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali mencatat capaian penting di bidang kesehatan.
Pada Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Boltim resmi menerima Sertifikat Daerah Bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Boltim, dr. Minarni Manoppo, yang hadir mewakili Bupati Boltim, Oskar Manoppo.
Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, pada kegiatan yang berlangsung di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Selasa (25/11/2025).
Penghargaan ini menandai langkah maju bagi daerah yang selama ini terus mendorong peningkatan kualitas kesehatan, terutama dalam pengendalian penyakit tropis terabaikan.
Frambusia, penyakit infeksi kulit akibat bakteri Treponema pertenue, selama bertahun-tahun menjadi masalah kesehatan di sejumlah wilayah tropis.
Penularannya relatif mudah terjadi melalui kontak langsung dengan luka atau lesi penderita, sehingga kawasan dengan sanitasi rendah menjadi yang paling rentan.
Bila tidak ditangani serius, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi berat, seperti kerusakan tulang hingga gangguan fungsi sendi.
Keberhasilan Boltim mencapai status bebas frambusia tidak terjadi dalam satu malam. Capaian ini merupakan hasil konsistensi pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan di lapangan dalam melakukan deteksi dini, penanganan cepat, edukasi masyarakat, serta perbaikan lingkungan permukiman.
Sertifikat ini dinilai menjadi simbol kuat komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan efektif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tidak hanya berhenti pada pengakuan daerah, pada kesempatan yang sama, salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Boltim, Paramitha Lobud, turut mendapatkan apresiasi pada tingkat provinsi.
Ia dianugerahi Piagam Penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2025, kategori Inovasi Tanpa Henti.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Sulut, Dr. J. Victor Mailangkay, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan gagasan inovatif yang dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi layanan kesehatan di daerah.
Peringatan HKN ke-61 ini turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara, para bupati dan wali kota se-Sulut, jajaran Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, perwakilan rumah sakit, hingga tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas di wilayah Sulawesi Utara.
Kehadiran beragam elemen tersebut menegaskan bahwa upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat bukan hanya tugas satu institusi, melainkan kolaborasi menyeluruh.
Dengan diperolehnya sertifikat bebas frambusia ini, Pemerintah Kabupaten Boltim optimistis dapat mempertahankan lingkungan yang sehat dan mendorong masyarakat untuk terus menjaga perilaku hidup bersih.
Pengakuan ini menjadi dorongan baru bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pelayanan kesehatan di daerah tetap adaptif, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan kesehatan yang berkembang.
















