Manado, PilarAktual.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, mencatat prestasi luar biasa. Angka kemiskinan ekstrem di wilayah ini resmi turun hingga 0 persen.
Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Provinsi Sulut, Kabupaten/Kota, dan lintas sektor tahun 2025 di Hotel Aryaduta Manado, Selasa (7/10/2025).
Wakil Bupati Boltim, Argo V. Sumaiku, yang hadir mewakili Bupati Oskar Manoppo, memaparkan hasil nyata dari berbagai program pemerintah daerah dalam menghapus kemiskinan ekstrem.
Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), sebelumnya terdapat 5.063 jiwa atau 1.047 keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem di Boltim.
Namun, setelah dilakukan verifikasi dan validasi lapangan, angka tersebut resmi nol. Artinya, tak ada lagi warga Boltim yang memenuhi kriteria miskin ekstrem.
Data itu juga sejalan dengan laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang menetapkan Boltim sebagai salah satu daerah dengan angka kemiskinan ekstrem 0 persen di Sulawesi Utara.
Argo Sumaiku menjelaskan, pencapaian tersebut bukan kebetulan, melainkan hasil kerja sistematis dari berbagai kebijakan sosial dan ekonomi yang terus dijalankan.
Pemerintah daerah menjalankan sejumlah program strategis seperti bantuan sosial, jaminan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Ini hasil kerja sama banyak pihak — mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga dukungan penuh dari pemerintah pusat. Kami akan terus menjaga agar angka kemiskinan ekstrem tetap nol,” ujar Argo.
Beberapa langkah yang dinilai efektif di antaranya:
Bantuan sosial langsung bagi penyandang disabilitas dan lansia.
Kepesertaan penuh BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, yang kini menjadikan Boltim berstatus Universal Health Coverage (UHC).
Program beasiswa pendidikan untuk siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap mengenyam pendidikan minimal 9 tahun.
Pelatihan keterampilan dan fasilitasi usaha, membantu masyarakat menciptakan sumber penghasilan baru.
Pemenuhan hak sipil masyarakat, termasuk penerbitan dokumen kependudukan yang akurat agar data penerima bantuan tepat sasaran.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen dan kolaborasi lintas sektor mampu membawa perubahan besar.
Pemerintah Boltim bertekad mempertahankan kondisi ini dengan memperkuat program pemberdayaan dan pengawasan di tingkat desa.
“Target kami bukan hanya mempertahankan nol persen, tapi memastikan masyarakat benar-benar sejahtera dan mandiri,” tambah Argo.
Keberhasilan Boltim menekan kemiskinan ekstrem hingga nol persen kini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Sulawesi Utara.
Pemerintah daerah pun terus mendorong inovasi dan sinergi agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat di masa depan.
















