Mitra, PilarAktual.com – Menjelang akhir tahun 2025, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan agenda sisa-kerja, salah satunya lewat peninjauan program “Kampung KB”.
Kepala Dinas P2KB Mitra, Nova Tarumingkeng, menyampaikan di ruang kerjanya Senin (3/11/2025) bahwa sebelum kegiatan lapangan dimulai, pihaknya akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) antar-OPD dan melakukan pembahasan terkait penanganan stunting.
“Sebelum rapat dengan OPD ada kegiatan pembahasan stunting yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” ujar Tarumingkeng.
Lebih lanjut, Tarumingkeng menjelaskan bahwa kegiatan peninjauan “Kampung KB” akan dilakukan di sepuluh titik di setiap kecamatan.
“Ada sepuluh titik yang akan kita tinjau, satu kecamatan ada satu desa utusan, seharusnya 12 kecamatan tapi yang dua sudah selesai ditinjau,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa nomenklatur “KB” kini bukan lagi hanya “Keluarga Berencana”, melainkan “Keluarga Berkualitas”.
Definisi inilah yang menjadi pondasi program di Mitra.
Ia menjelaskan: “Kampung KB bukan berarti semua masyarakat di dalam desa tersebut mempunyai anak hanya dua, tapi keluarga berkualitas keluarga yang mampu menghidupi keluarganya meski memiliki anak lebih dari dua, serta mempunyai rumah yang layak, mempunyai jamban serta keluarga yang mempunyai kualitas hidup.”
Menurut Tarumingkeng, langkah ini bukan sekadar lip service, tetapi langkah konkret untuk memberi dorongan pada desa-terpilih agar menjadi contoh keberhasilan pembangunan keluarga dan kualitas hidup.
Pemilihan sepuluh titik peninjauan pun dibuat dengan mempertimbangkan kesiapan desa serta komitmen bersama antara P2KB dan OPD terkait.
Dengan demikian, diharapkan program Kampung KB di Mitra akan membawa dampak nyata berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan stunting, dan terpenuhinya kebutuhan dasar rumah layak huni serta jamban bagi keluarga.
Peninjauan lapangan ini juga akan menjadi momentum untuk mengikat sinergi antara sektor Kesehatan, Pendidikan, PUPR, dan P2KB.
Pasalnya isu stunting dan pembangunan jamban tak bisa diatasi oleh satu instansi saja.
Tarumingkeng menambahkan bahwa Rakor antar-OPD dan pembahasan stunting yang akan datang menjadi bagian integral dari rangkaian kegiatan penutup tahun.
“Kami ingin semua OPD bergerak bersama, agar program-program di Kampung KB tidak hanya program tapi terwujud dalam perubahan nyata,” tuturnya.
Dengan rangkaian kegiatan yang direncanakan matang dan target yang jelas, P2KB Mitra berharap bahwa akhir 2025 bukan menjadi batas, melainkan titik awal pembenahan kualitas hidup keluarga di wilayahnya.
Desa-desa yang ditunjuk akan dipantau perkembangannya, dan hasil peninjauan akan menjadi dasar evaluasi serta pembaharuan strategi untuk tahun-tahap berikutnya.
Komitmen ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan keluarga berkualitas bukan hanya slogan, tetapi menjadi prioritas nyata di Kabupaten Minahasa Tenggara.
















