Manado, PilarAktual.com – Dalam upaya meningkatkan efektivitas pelayanan dan respons kepolisian di lapangan, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri menggelar penelitian menyeluruh terkait kualitas kendaraan dinas operasional yang digunakan satuan kewilayahan, khususnya fungsi Binmas dan Samapta.
Penelitian ini dilaksanakan secara nasional di 11 Polda sampel, termasuk Polda Sulawesi Utara (Sulut) dan seluruh Polres jajarannya.
Kegiatan berlangsung mulai 14 hingga 17 Juli 2025.
Tim peneliti dipimpin langsung oleh Kombes Pol Muhammad Budi Ariyanto bersama Peneliti Kepolisian Madya, Kombes Pol Michael Mumbuan, serta narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ary Wahyono.
Kombes Pol Muhammad Budi Ariyanto menjelaskan bahwa tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi aktual serta melakukan analisis mendalam terhadap kualitas kendaraan dinas operasional.
Fokus utamanya terletak pada satuan fungsi Bimbingan Masyarakat (Binmas) dan Samapta, dua pilar penting yang kerap bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Penelitian ini tidak hanya mengevaluasi kondisi fisik kendaraan, tapi juga berupaya memahami sejauh mana kendaraan tersebut dapat menjawab kebutuhan tugas di lapangan, mulai dari patroli rutin, pengawalan, pengejaran, hingga penanganan situasi darurat,” ujar Kombes Budi.
Proses pengumpulan data dilakukan dengan dua pendekatan, yakni kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, data diperoleh melalui pengisian kuesioner online oleh para personel Polri yang menjadi pengguna langsung kendaraan dinas.
Sementara itu, pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan informan yang memiliki pengalaman menggunakan kendaraan operasional dalam tugas-tugas harian.
Tim peneliti menyampaikan bahwa pendekatan ganda ini dipilih untuk memberikan gambaran yang lebih utuh, tidak hanya dari segi teknis, tetapi juga dari sisi pengalaman pengguna di lapangan.
Hal ini dinilai penting untuk merumuskan kebijakan perbaikan maupun pengadaan kendaraan dinas ke depan yang lebih tepat sasaran.
Dalam era modernisasi dan digitalisasi seperti saat ini, kepolisian dituntut untuk responsif dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kriminalitas, bencana, hingga kerusuhan.
Oleh karena itu, kendaraan dinas menjadi komponen vital yang menunjang efektivitas dan kecepatan respons aparat.
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan lahir rekomendasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas kendaraan dinas, baik dari sisi kelayakan teknis, kenyamanan, hingga efisiensi dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Kegiatan penelitian di Polda Sulut ini mendapat sambutan positif dari jajaran kepolisian daerah, yang berharap hasil evaluasi dapat menjadi dasar pengambilan keputusan strategis dalam penguatan sarana dan prasarana operasional Polri di daerah. ***
















