Boltim, PilarAktual.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, S.E., M.M., bersama Ketua TP-PKK Ny. Rosita Manoppo-Pobela, S.E., M.Si., Sekretaris Daerah Moh. Iksan Pangalima, S.Pi., M.A.P., dan jajaran Pemerintah Kabupaten, resmi membuka Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) ke-VIII Tingkat Kabupaten Boltim Tahun 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk generasi Qur’ani yang mampu menyerap nilai-nilai Al-Qur’an dan berperan sebagai agen perubahan dalam kehidupan sosial, budaya, dan negara.
Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo mengungkapkan bahwa STQH adalah wahana untuk mencetak generasi yang tidak hanya memahami tetapi juga mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“STQH adalah momentum untuk menciptakan masyarakat yang adil dan beradab, di mana nilai-nilai Al-Qur’an menjadi pedoman dalam bertindak,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan STQH tahun ini, yang menurutnya merupakan cerminan dari kemajuan pembelajaran Al-Qur’an di Boltim.
Beliau menyebutkan keberhasilan yang diraih perwakilan Boltim pada MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Utara tahun 2024, di mana Boltim meraih tujuh trofi, dua di antaranya menjadi Juara Terbaik 1 dan mewakili Sulawesi Utara di MTQ Nasional di Samarinda, Kalimantan Timur.
“Keberhasilan ini adalah bukti bahwa masyarakat Boltim serius dalam mendalami ilmu Al-Qur’an,” tegasnya.
Bupati Oskar juga memberikan pesan penting kepada Dewan Hakim untuk selalu objektif dalam penilaian.
Ia berpesan agar para peserta STQH menjaga sportivitas tinggi, karena dalam setiap kompetisi pasti ada yang menang dan kalah.
“Bagi yang menang, jangan cepat puas karena masih ada tantangan yang lebih besar. Untuk yang belum beruntung, jangan patah semangat. Teruslah belajar dan tingkatkan kemampuan,” ujarnya.
Lebih jauh, Bupati mengingatkan bahwa STQH bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali kepada tuntunan Ilahi Robi.
“Kegiatan ini harus menjadi momen untuk memperkuat iman dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, terutama bagi generasi penerus bangsa,” tambahnya.
Pelaksanaan STQH di Boltim tidak hanya sekadar seleksi, tetapi juga menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pendidikan agama di tingkat daerah.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat terus mengasah kemampuan generasi muda dalam membaca dan memahami Al-Qur’an serta Hadits, yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.
















